Persiapan sebelum terbang biasanya berfokus pada barang bawaan dan dokumen perjalanan. Namun, kondisi kulit sering terabaikan.

Flight face adalah perubahan kulit setelah penerbangan, terutama jarak jauh, yang membuat wajah kering, kusam, dan bengkak. Banyak orang merasa wajah kurang segar begitu turun dari pesawat.

>>> Bos Bulog Minta Hati-hati Bicara El Nino: Petani Bisa Takut Menanam

Menurut ahli estetika asal New York, Danielle Gamble, kondisi ini dipicu oleh kelembapan udara kabin yang sangat rendah dan sirkulasi udara yang didaur ulang.

Semakin lama penerbangan, semakin besar risiko kulit kehilangan kelembapan alaminya.

"Semakin lama penerbangan, kulit akan semakin kehilangan hidrasi. Akibatnya, kulit menjadi kusam, terasa kencang, bahkan lebih rentan berjerawat," ujar Gamble, dikutip dari Travel + Leisure.

Langkah Pencegahan Flight Face

Berikut enam cara yang disarankan Gamble untuk menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya selama perjalanan.

1. Lakukan facial sebelum keberangkatan.

Jadwalkan perawatan wajah satu hari sebelum terbang untuk membersihkan kulit dan mengembalikan kelembapan.

Sampaikan kepada terapis bahwa fokus utama adalah hidrasi kulit. Setelah ekstraksi komedo atau pembersihan pori, mintalah produk yang memberikan kelembapan maksimal.

2. Pilih perawatan yang menghidrasi kulit lebih dalam.

Tidak semua facial memberikan hasil sama. Gamble menyarankan klinik yang menggunakan teknologi iontophoresis dan sonophoresis.

Iontophoresis memanfaatkan arus listrik ringan untuk membantu bahan aktif masuk lebih dalam ke kulit. Sonophoresis menggunakan gelombang ultrasonik agar serum dan pelembap terserap optimal.

Kedua metode ini efektif mengunci kelembapan kulit sebelum menghadapi udara kering di kabin.

3. Tambahkan pijat limfatik pada wajah.

>>> Semifinal Piala Dunia: Scaloni Akui Nyaris Rombak Skuad Argentina