Penipuan online semakin canggih dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku siber. Ancaman ini meluas ke berbagai aktivitas digital, mulai dari email hingga media sosial.

Kaspersky mencatat lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan berhasil diblokir pada kuartal pertama 2026 secara global.

>>> Samsung Galaxy A27 5G Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp5,3 Juta

Angka ini menunjukkan serangan berbasis web masih menjadi ancaman besar.

Piala Dunia 2026 Jadi Umpan Phishing

Pelaku siber memanfaatkan tren populer seperti Piala Dunia FIFA 2026 untuk membuat situs palsu. Mereka juga mengiming-imingi merchandise palsu terkait turnamen tersebut.

>>> Gerhana Matahari Total Terlama 2 Agustus 2027 Hiasi Langit Ka'Bah

Modus penipuan semakin kompleks dengan menggabungkan data pribadi hasil kebocoran, infostealer, dan akun yang diretas. Informasi ini digunakan untuk membuat pesan tertarget yang lebih meyakinkan.

Melawan Penipuan AI dengan Solusi Keamanan

Kaspersky Premium menawarkan perlindungan berbasis AI dan machine learning untuk mendeteksi pola ancaman. Teknologi ini mampu mengenali aktivitas mencurigakan dan memberikan peringatan kebocoran data.

>>> Iran Luncurkan Gelombang Kelima Serangan Balasan ke AS, Rudal Hantam HIMARS Kuwait

Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, mengatakan penipuan berbasis AI adalah realitas baru. Volume serangan terus meningkat dan dapat mengelabui pengguna berpengalaman sekalipun.