Lembaga survei mengungkapkan 35 persen warga Amerika Serikat meyakini posisi Negeri Paman Sam justru melemah setelah berperang melawan Iran sejak 28 Februari lalu.

Survei Reuters/Ipsos Poll yang dirilis pada Selasa (23/6) itu dilakukan selama lima hari dan melibatkan 1.262 responden di seluruh AS dengan margin kesalahan 3 poin.

in1

>>> Istana Gelar Jajak Pendapat, Ajak Masyarakat Pilih Logo HUT ke-81 RI

Hasilnya, hanya 23 persen responden yang berpikir AS lebih kuat setelah perang dengan Iran. Separuh dari mereka adalah pendukung Partai Republik.

Popularitas Trump Anjlok

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan popularitas Presiden Donald Trump turun hingga 34 persen, terendah sejak ia menjabat di periode kedua.

Selain itu, hanya 24 persen warga AS yang menilai biaya perang sepadan dengan kemenangan yang diraih. Sebagian besar responden menganggap konflik itu tidak sebanding.

Survei juga mengungkap sekitar 63 persen warga AS meyakini nota kesepahaman (MoU) AS-Iran tidak akan menghasilkan perdamaian abadi.

Sekitar setengah dari Partai Republik dan delapan dari sepuluh pendukung Demokrat mengatakan kesepakatan itu tidak mungkin membawa perdamaian.

>>> Lolos Syarat Free Float 25 Persen, RANS Siap Melantai di Bursa

Hanya 18 persen warga AS yang melihat perdamaian abadi sebagai hal yang mungkin.

AS dan Israel menggempur Iran pada akhir Februari, memicu penutupan Selat Hormuz oleh Teheran dan perang yang berlangsung berbulan-bulan.

Pekan lalu, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian meneken MoU yang diharapkan menjadi kerangka mengakhiri perang. Kesepakatan itu memberi waktu 60 hari untuk negosiasi.

Perundingan terakhir digelar di Burgenstock, Swiss, pada Minggu-Senin.

>>> Schneider Electric Dorong Investasi Berdampak untuk Akses Energi di RI

Hasilnya berupa pembentukan kelompok kerja, pencairan aset Iran hingga US$12 miliar yang dibekukan AS, serta izin penjualan minyak mentah dan petrokimia Iran.