Lebih dari sepertiga keluarga militer Amerika Serikat melaporkan memiliki tabungan darurat kurang dari $500 (sekitar Rp8 juta) atau tidak sama sekali, menurut hasil survei tahun 2025 yang dirilis pekan ini.

Temuan tersebut merupakan bagian dari Military Family 360 Survey yang dianalisis dalam laporan yang dirilis Senin oleh Military Family Advisory Network (MFAN).

in1

>>> Prabowo Sebut Ekonomi Era Jokowi Aneh: Negara Makin Kaya, Miskin Bertambah

Lebih dari 10.000 orang merespons survei tersebut, dengan mayoritas adalah pasangan personel militer.

Mereka memberikan pendapat tentang topik seperti keluarga, koneksi komunitas, keamanan ekonomi, pekerjaan, dan akses layanan kesehatan.

Salah satu temuan laporan adalah bahwa "tabungan darurat masih sangat tidak mencukupi di seluruh populasi yang terkait dengan militer."

Tabungan darurat biasanya dipandang sebagai indikator kesejahteraan atau tekanan finansial.

Temuan survei menunjukkan realitas yang lebih berat bagi keluarga militer dibandingkan mayoritas orang dewasa AS pada 2025, namun angkanya agak mirip dengan warga Amerika yang lebih muda.

Menurut Federal Reserve AS, 55% dari semua orang dewasa memiliki tabungan setara tiga bulan pengeluaran pada 2025. Untuk dewasa berusia 18-29, sekitar 37% melaporkan memiliki tabungan beberapa bulan.

Dewasa dengan setidaknya gelar sarjana lebih mungkin melaporkan tabungan tiga bulan dibandingkan mereka yang tidak memiliki gelar.

Untuk keluarga yang sedang aktif bertugas, lebih dari 34% melaporkan memiliki tabungan kurang dari $500. Untuk veteran dan anggota keluarga pensiunan militer, angkanya sedikit lebih tinggi, yaitu 37%.

Shannon Razsadin, CEO MFAN, mengatakan kepada Task & Purpose bahwa sejak 2023, survei mereka menunjukkan peningkatan 11,9% dalam jumlah keluarga yang melaporkan tabungan darurat minimal.