Harga karet di Sumatera Selatan masih bertahan di atas Rp40 ribu per kilogram sepanjang Juni 2026.

Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama di balik harga yang tetap tinggi.

in1

>>> Cara Mendapatkan Saldo DANA 2026 Tanpa Top Up, Ini Metodenya

Berdasarkan data perdagangan SGX-Sicom, harga karet acuan untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen bergerak di kisaran Rp40 ribu hingga Rp41 ribu per kilogram.

Pada awal Juni sempat menembus Rp40.802 per kilogram, dan pertengahan Juni masih di Rp40.147-Rp40.334 per kilogram.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS ikut mendongkrak nilai jual karet karena perdagangan global menggunakan mata uang dolar. Namun, di balik harga yang menggembirakan, petani menghadapi masalah produksi.

Produksi Menurun, Petani Tak Bisa Panen Maksimal

Pasokan karet dari kebun rakyat justru berkurang. Faktor cuaca, usia tanaman yang tua, dan menurunnya minat petani merawat kebun menjadi penyebab produksi belum pulih.

Akibatnya, volume karet yang dijual tidak sebanyak saat produktivitas normal. Kenaikan harga belum sepenuhnya meningkatkan pendapatan petani.

>>> Panduan Lengkap Cara Tukar Koin TikTok Menjadi Saldo DANA

Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan harga di atas Rp40 ribu menunjukkan pasar global masih kuat. Namun, keuntungan yang dirasakan petani tidak merata.

Petani dengan kualitas bokar rendah menerima harga jauh di bawah acuan.

Untuk KKK 70 persen, harga hanya sekitar Rp28 ribuan per kilogram, sedangkan KKK 60 persen di kisaran Rp24 ribuan.

Meski dolar menguat sering dianggap negatif bagi ekonomi domestik, komoditas ekspor seperti karet justru diuntungkan.

>>> Anjing atau Kucing: Mana yang Lebih Pintar Menurut Sains?

Selama permintaan global terjaga dan dolar kuat, harga karet Sumsel diperkirakan tetap di atas Rp40 ribu per kilogram.