Salah satu faktor utama yang dipertimbangkan prajurit saat memutuskan tetap berdinas adalah dampak perpindahan tugas terhadap pendidikan anak.

Sebuah program Angkatan Darat AS dirancang untuk meringankan beban keluarga militer dengan mengizinkan prajurit tetap di satu pos tugas selama dua tahun terakhir SMA anak.

in1

>>> Harga Pangan 22 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Melonjak Paling Tinggi

Sekitar 4.000 prajurit mengikuti High School Stabilization Program dalam setahun terakhir.

Program yang dimulai tahun 2000 ini awalnya untuk keluarga dengan anak kelas 12, lalu diperluas ke kelas 11.

Prajurit yang memiliki anak memasuki kelas 11 atau 12 memenuhi syarat, kata Mayor Travis Shaw, juru bicara Angkatan Darat.

"Dengan menjamin prediktabilitas geografis dan mencegah gangguan keluarga selama tahun akademik kritis, ini diakui sebagai salah satu alat paling efektif untuk mengurangi perpindahan tugas yang didorong keluarga, sehingga mendukung retensi personel berpengalaman," ujar Shaw.

Dampak pada Retensi Prajurit Senior

Prajurit dengan anak yang akan memasuki tahun terakhir SMA biasanya sudah cukup senior dalam karier militer.

Brandi Jones, direktur pengorganisasian Secure Families Initiative, mengatakan prospek pindah tugas tepat sebelum tahun terakhir SMA sangat memberatkan saat mereka mempertimbangkan tetap berdinas hingga pensiun.

"Program stabilisasi ini soal retensi, terutama pada anggota berpangkat lebih tinggi dan perwira," kata Jones.

"Saat memiliki anak seusia ini, biasanya Anda sudah menjadi pemimpin di unit atau batalion. Jadi ini benar-benar penentu."

>>> Gareth Bale Yakin Jose Mourinho Mampu Benahi Ruang Ganti Real Madrid

Jones, yang menikah dengan marinir aktif, memiliki pengalaman pribadi.

Saat suaminya mendapat perintah pindah, ia membayar sendiri untuk tetap tinggal di pos tugas lama agar anak-anak bisa menyelesaikan sekolah.