Anak-anaknya jarang bertemu ayah, tetapi tetap di SMA yang sama membantu mereka diterima di perguruan tinggi.

Menurut Shannon Razsadin, CEO Military Family Advisory Network, memberi kesempatan anak prajurit tetap di satu lokasi selama tahun-tahun terakhir SMA membantu mereka membangun hubungan dengan guru dan konselor yang mendukung transisi ke fase berikutnya.

in1

"Bayangkan tiba di pos tugas baru saat kelas 12 dan harus memperkenalkan diri ke konselor yang sudah mengenal siswa lain selama empat tahun.

Itu tantangan berat yang tidak dialami anak sipil," katanya.

Menghindari perpindahan seperti itu membantu keluarga militer merasa tidak perlu memilih antara tetap berdinas dan melakukan yang terbaik untuk anak.

Razsadin menambahkan, "Ini juga bisa berdampak jangka panjang, orang akan berkata: 'Angkatan Darat merawat keluarga saya. Saya bisa tetap tinggal dan menyelesaikan SMA.

>>> Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC

Saya tahu Angkatan Darat akan merawat saya jika saya memilih untuk bergabung.'"