Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot ditutup melemah 0,22 persen ke level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6).

Pelemahan ini dipicu oleh sentimen risk-off domestik dan sikap kehati-hatian pasar menjelang pengumuman dari MSCI.

in1

>>> Mesir Kalahkan Selandia Baru 3-1 di Grup G Piala Dunia 2026

Sementara itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03 persen ke posisi Rp17.819 per dolar AS pada hari yang sama.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga tertekan akibat kenaikan indeks dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Future, Lukman Leong, mengatakan bahwa rupiah masih berpotensi tertekan sebelum pengumuman MSCI.

>>> Keseruan Tanam 1.000 Mangrove di Angke: Relawan Terjun Langsung

Menurutnya, pergerakan rupiah pada hari berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh pengumuman tersebut.

Pelaku pasar juga terus memantau situasi politik global, termasuk pembicaraan damai AS-Iran dan perkembangan di Lebanon.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 22-28 Juni 2026: Ada Pokémon Detective Pikachu

Untuk perdagangan Selasa (23/6), Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.