Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp17.813 per dolar AS.

Angka tersebut turun 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp17.804 per dolar AS.

in1

>>> Lamine Yamal Cetak Gol Perdana Piala Dunia, Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati pelaku pasar. Investor masih memantau perkembangan negosiasi diplomatik antara AS dan Iran di Swiss.

Selain faktor eksternal, kondisi domestik juga membayangi pergerakan rupiah. Pelaku pasar cenderung wait and see menunggu kejelasan klasifikasi pasar modal di Indonesia.

Lukman memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi pada kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

>>> Virgil van Dijk: Dunia Luar Meremehkan Kekuatan Timnas Jepang

Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 bps menjadi 5,75 persen. Langkah ini diambil untuk menstabilkan rupiah dari gejolak global dan menjaga inflasi.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak fluktuatif. Won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,48 persen, disusul ringgit Malaysia 0,25 persen.

Peso Filipina dan yen Jepang masing-masing melemah 0,22 persen dan 0,18 persen.

>>> Marc Marquez Tempel Marco Bezzecchi Usai Menang di MotoGP Ceko 2026

Dolar Taiwan turun 0,08 persen, dolar Singapura 0,09 persen, sementara baht Thailand menguat tipis 0,03 persen.