Ancaman Trump ke Iran Bikin Perdamaian di Swiss Goyang
Ancaman militer terbaru dari Presiden AS Donald Trump memicu ketegangan hebat dalam dialog diplomatik dengan Iran di Swiss.
Hubungan kedua negara langsung memanas setelah Trump mengancam akan menggempur Teheran jika masih nekat memblokade Selat Hormuz.
>>> Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Meroket, Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.550
Konfrontasi verbal ini nyaris membubarkan negosiasi yang sedang berlangsung di resor pegunungan Bürgenstock. Delegasi Iran dilaporkan sempat frustrasi dan menghentikan sesi awal pertemuan lebih cepat dari jadwal.
Dalam wawancara eksklusif bersama Fox News, Trump mengaku telah memperingatkan pejabat Iran secara langsung melalui sambungan telepon.
Ia menekankan agar Teheran tidak mencoba menutup jalur perdagangan minyak yang sangat krusial di mulut Teluk Persia tersebut.
“Anda menutupnya dan Anda tidak akan memiliki negara,” kata Trump menirukan ucapannya kepada pejabat Iran, dikutip dari FOX, Senin (22/6/2026).
Trump bahkan melontarkan kalimat yang jauh lebih kasar dan agresif saat berbicara dengan jurnalis Fox, Trey Yingst.
Ia menegaskan kesiapan militer AS untuk merebut paksa jalur maritim tersebut jika kesepakatan damai gagal tercapai.
"Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu. Kami mungkin akan mengambil alih selat ini, jika perlu.
Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut tol. Aku akan menghancurkan mereka," tambah Trump.
Intervensi Diplomatik Pakistan dan Qatar
Intervensi diplomatik dari Pakistan dan Qatar menjadi faktor penyelamat yang menjaga agar kedua pihak tidak langsung meninggalkan meja perundingan.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi harus turun tangan langsung membujuk delegasi Iran untuk tetap bertahan di lokasi.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak Cinta 22 Juni: Aquarius Lebih Perhatian, Virgo Hargai Pasangan
Senin / 22-06-2026, 13:28 WIB
Angkatan Laut AS Beri Penghargaan Mexican Border Defense Medal untuk Pelaut
Senin / 22-06-2026, 13:27 WIB
Pesawat B-52 Bawa 8 Awak Jatuh di Pangkalan Angkatan Udara Edwards
Senin / 22-06-2026, 13:27 WIB
Kecelakaan Tanker KC-46 Kedua: Kesalahan Kru Jadi Penyebab Boom Lepas
Senin / 22-06-2026, 13:22 WIB
RUU Veteran AS Berpotensi Kurangi Kompensasi Tinnitus untuk Biayai Manfaat Lain
Senin / 22-06-2026, 13:22 WIB
Program Stabilisasi SMA Bantu Prajurit Bertahan di TNI Tanpa Pindah Tugas
Senin / 22-06-2026, 13:22 WIB
Harga Pangan 22 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Melonjak Paling Tinggi
Senin / 22-06-2026, 13:17 WIB
Gareth Bale Yakin Jose Mourinho Mampu Benahi Ruang Ganti Real Madrid
Senin / 22-06-2026, 13:15 WIB
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Senin / 22-06-2026, 13:15 WIB
Desa Batuah: Mengelola Potensi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
Promo JSM Tip Top 22-24 Mei 2026: Diskon Besar untuk Kebutuhan Dapur
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
Puasa Tasua dan Asyura 2026: Jadwal Berbeda Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
OJK Sita 41 Aset Terkait Kasus Pidana Perbankan Syariah BPRS Gebu Prima
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
DJP Integrasikan Coretax dengan Data Perbankan hingga Listrik
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB






