Seorang pejabat senior Pakistan mengonfirmasi bahwa situasi sempat mendingan setelah ketegangan di ruang rapat memuncak.

Iran sudah sadar,” ungkap pejabat senior Pakistan tersebut, memastikan bahwa dialog masih bisa dilanjutkan.

in1

Meskipun demikian, Teheran tidak tinggal diam dan langsung melempar peringatan balasan yang tidak kalah sengit.

Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak gentar terhadap gertakan Washington.

"Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika. Mereka sebaiknya berhati-hati dengan pernyataan mereka, angkatan bersenjata kami siap merespons dengan cara lain.

Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak," tegas Ghalibaf melalui media sosial X.

Padahal sebelum insiden ini terjadi, Wakil Presiden AS JD Vance sempat menyatakan optimismenya terkait perkembangan pembicaraan damai tersebut.

Vance memimpin delegasi Amerika bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al Thani.

"Kita telah mencapai kemajuan besar hanya dalam beberapa jam terakhir, dan saya berharap kita akan mencapai kemajuan tambahan dalam beberapa jam mendatang," ujar Vance optimis.

Fokus utama pertemuan ini adalah mematangkan nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani minggu lalu.

>>> Marshal MotoGP Ceko Ladislav Buka Suara Terkait Insiden Bezzecchi

Kerja sama tersebut membuka ruang diplomasi selama 60 hari untuk menyusun perjanjian akhir yang bisa diperpanjang atas persetujuan bersama.