Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencabutan blokade Angkatan Laut di Selat Hormuz setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Melalui media sosial, Trump menyatakan telah mengizinkan pencabutan segera blokade tersebut.

in1

>>> Pasukan Garda Nasional Uji Cepat Mobilitas HIMARS dengan Latihan Lintas Negara

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pertama kali mengumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai pada hari Minggu.

Kedua pihak akan bertemu di Swiss untuk menandatangani perjanjian pada Jumat, 19 Juni, kata Sharif.

AS dan Iran selama ini menerapkan blokade ganda di selat tersebut.

Iran menutup lalu lintas kecuali untuk kapal yang diizinkan, sementara Angkatan Laut AS memutar balik atau menembaki kapal.

CENTCOM sebelumnya pada hari Minggu mengatakan telah mengarahkan 142 kapal komersial dan menonaktifkan sembilan kapal lainnya.

Blokade itu melibatkan kapal induk, beberapa kapal perusak, dan sejumlah pesawat.

Baik Komando Pusat AS maupun Pentagon belum memberikan komentar mengenai kesepakatan dan pernyataan Trump.

"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," tulis Sharif di X.

Pertempuran di Lebanon menjadi titik sandera utama negosiasi, karena Israel melakukan serangan besar-besaran di negara itu yang memicu kemarahan Teheran.

>>> Koper Hilang di AS, Istri Jordan Pickford Nonton Piala Dunia Pakai Pinjaman

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan itu, termasuk pencabutan blokade AS dan jadwal penandatanganan.

Gencatan senjata baru tidak hanya mencabut blokade tetapi juga memulai periode negosiasi 60 hari untuk perjanjian damai final dan formal.

Kesepakatan ini terjadi setelah gencatan senjata yang diberlakukan pada April runtuh.