Iran Usir Israel dari Lebanon: Angkat Kaki atau Kami Paksa dengan Hina
Komandan pasukan elite Al Quds Iran, Esmail Qaani, memberikan ultimatum keras kepada Israel. Ia menuntut Israel segera menarik pasukannya dari Lebanon selatan.
Jika tidak, Israel akan dipaksa keluar dalam keadaan terhina dan kalah, seperti yang terjadi pada tahun 2000.
>>> IHSG Melemah ke Level 6.099, Aksi Jual Asing Capai Rp771 Miliar
Pernyataan itu disampaikan Qaani melalui media sosial, dikutip Press TV dan Al Jazeera.
"Jika kalian tidak meninggalkan Lebanon selatan dengan kaki kalian sendiri, maka epos tahun 2000 akan terulang kembali.
Tahun ketika kalian melarikan diri dari tanah ini dengan penuh kehinaan," kata Qaani.
Ultimatum ini muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan militernya akan tetap berada di Lebanon selatan "selama diperlukan".
Hal itu disampaikan pada Minggu (21/6).
"Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi warga yang kami cintai di wilayah utara dan seluruh warga Israel.
Tidak ada yang akan mengubah komitmen tersebut," kata Netanyahu.
Netanyahu juga menegaskan Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. "Selama saya menjabat sebagai perdana menteri Israel, hal itu tidak akan terjadi," ujarnya seperti dikutip AFP.
>>> Timnas Iran Protes Diskriminasi Akomodasi di Piala Dunia 2026
Dalam acara publik yang sama, Netanyahu mengklaim perang di Timur Tengah telah mencapai tujuan utama Israel, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Kami mencegah Iran menjalankan rencana untuk memusnahkan kami," katanya.
Ia juga menyebut kampanye militer gabungan AS-Israel telah memberikan pukulan berat terhadap Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Menurutnya, IRGC mungkin tidak akan pulih dalam waktu lama.
Netanyahu menambahkan bahwa militer Israel terus menargetkan "teroris Hizbullah" di Lebanon. Ia mengklaim rasio korban tewas adalah lima teroris untuk setiap satu warga sipil.
Ia kembali menegaskan bahwa Israel berperang melawan Hizbullah, bukan Lebanon.
"Ketika proksi Iran itu tidak lagi menjadi ancaman, ketika organisasi itu dibongkar dan dilucuti senjatanya, maka ya, kita akan memiliki perdamaian dengan Lebanon," ujarnya.
Di Lebanon, setiap 25 Mei diperingati sebagai Hari Pembebasan untuk menandai penarikan pasukan Israel pada 2000 setelah 22 tahun pendudukan.
>>> Aksi Manajer MSi Racing Singkirkan Sampanye di Moto3 Ceko Menuai Pujian
Penarikan itu dipandang sebagai kemenangan perlawanan.
Update Terbaru
Veteran Irak dan Afghanistan Kritik Desain Memorial Perang Global Melawan Teror
Senin / 22-06-2026, 16:27 WIB
Siapa Istri Brigjen Yuniar Dwi Hantono? Nama Ny. Dhieta Yuniar Terseret Sorotan Jogja Marathon 2026
Senin / 22-06-2026, 16:24 WIB
Mohamed Salah Bersinar, Mesir Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Capai Rp11,06 Miliar untuk Korban Bencana Agam
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Pria 51 Tahun Tewas Usai Jatuh dari Balkon di Konser Goose Madison Square Garden
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Trailer Lord of Mysteries Season 2 Dirilis, Tayang 2027
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
Arsenal Siap Lepas Martin Odegaard dengan Harga yang Tepat
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
‘Hot Podium Guy’ Kembali ke Downing Street Saat Starmer Umumkan Resignasi
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
Hearts2Hearts Rilis 'Lemon Tang', Sajian Energi Musim Panas yang Segar
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Jihyo TWICE Curi Perhatian di Pertandingan Baseball Bersama Adiknya
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Keir Starmer Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris, Menangis di Depan Downing Street
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Toby-Alexander Smith Bicara Depresi Pascapersalinan yang Dialaminya
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB
Keir Starmer Resigns as UK Prime Minister, New Leader by September
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB
Sekolah Bersiap Hadapi Gelombang Panas 38°C, Akankah Tutup?
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB






