Amerika Serikat dan Iran sepakat membentuk unit khusus atau deconfliction cell untuk mengakhiri konflik di Lebanon. Kesepakatan ini diumumkan oleh mediator Qatar dan Pakistan pada Senin (22/6).

Unit tersebut akan terdiri dari para pihak yang bertikai, termasuk Republik Lebanon, dan difasilitasi oleh mediator.

in1

>>> Bos Kartel Narkoba Hells Angels Ditangkap di Bali Sudah Dideportasi

Tujuannya memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai nota kesepahaman (MoU).

Konflik antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut meski ada gencatan senjata sebelumnya. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 4.000 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret.

Latar Belakang Konflik

Lebanon terseret dalam konflik setelah AS dan Israel menggempur Iran pada akhir Februari. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

>>> Mesir Cetak Sejarah di Piala Dunia Usai Tekuk Selandia Baru

Sebagai balasan, Hizbullah meluncurkan operasi ke Israel. Hizbullah dikenal sebagai proksi Iran yang mendapat sokongan senjata dan materi dari Teheran.

Serangan Israel ke Hizbullah menjadi batu sandungan dalam negosiasi damai AS-Iran. Kedua negara telah meneken MoU pekan lalu yang mencakup penghentian pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.

>>> Misteri Wanita Pirang dalam Postingan Trump Terungkap

Bagi Iran, penghentian serangan terhadap sekutunya merupakan tuntutan utama. Namun, Israel menganggap Hizbullah sebagai ancaman dan harus dimusnahkan.