Amerika Serikat dikabarkan akan memasang sistem peluncur rudal jarak menengah terbaru, Typhon, di pangkalan militer Jepang.

Media Jepang Nikkei melaporkan pemasangan tersebut akan dilakukan untuk latihan militer bersama yang dijadwalkan pada Senin (22/6) dan September mendatang.

in1

>>> Skotlandia Hadapi Brasil demi Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia

Angkatan bersenjata AS akan mengirim sejumlah unit Typhon berbasis darat yang mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk.

Baterai-baterai tersebut akan ditempatkan di Prefektur Kagoshima, tepatnya di Pangkalan Udara Kanoya milik Pasukan Bela Diri (SDF) Maritim.

Pesawat tempur Typhon juga rencananya dikerahkan dalam latihan gabungan Orient Shield pada September.

Sekitar pertengahan Oktober, pesawat-pesawat tersebut akan dipindahkan ke pangkalan militer AS di Jepang.

Pemasangan sistem rudal Typhon di Jepang dinilai sebagai upaya pencegahan AS terhadap China.

Menurut seorang pejabat senior SDF, senjata-senjata itu ditempatkan di sana agar bisa langsung dikerahkan ketika diperlukan.

Pangkalan Udara Kanoya merupakan pangkalan udara terbesar yang paling dekat dengan Kepulauan Nansei dan Selat Taiwan.

Militer AS pertama kali mengerahkan Typhon di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni di Prefektur Yamaguchi saat latihan gabungan AS-Jepang tahun 2023 Resolute Dragon.

Beberapa bulan setelah latihan tersebut, AS membawa pulang lagi sistem rudalnya.

Saat itu, China memprotes dengan menyatakan bahwa pemasangan Typhon "meningkatkan risiko konfrontasi militer di Asia Timur."

Typhon adalah sistem peluncur rudal jarak menengah tipe kontainer yang dirancang terutama untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal serbaguna SM-6 di darat.

>>> Jasindo Optimalkan Kinerja Asuransi Marine Cargo dengan Strategi Baru

Jika Jepang meluncurkan Tomahawk dari Kanoya, rudal ini bisa mencapai daerah pesisir timur China seperti Shanghai, Zhejiang, dan Fujian.