AS Perketat Larangan Drone Selama Piala Dunia 2026
Aparat penegak hukum Amerika Serikat menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap penggunaan drone di sekitar stadion selama Piala Dunia 2026.
Kebijakan ini berlaku sejak 11 Juni hingga 16 Juni 2026 di 11 kota penyelenggara.
>>> Graham Arnold Bercanda Soal Tiga Kiper untuk Hentikan Mbappe
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melaporkan 145 pelanggaran wilayah udara di delapan lokasi pertandingan pada pekan pertama turnamen.
Puluhan drone juga disita oleh petugas keamanan.
Ancaman Drone Jadi Perhatian Utama
Komisaris NYPD Jessica Tisch mengatakan perkembangan teknologi drone menjadi perhatian utama dalam pengamanan ajang ini.
"Perang Ukraina menjadi arena uji coba dunia nyata teknologi drone. Jika ada satu ancaman yang membuat saya tidak bisa tidur nyenyak, itu adalah dari drone," ujarnya.
Pemerintah federal kini memiliki wewenang penuh untuk melumpuhkan drone yang menyusup ke area terlarang secara elektronik.
Langkah ini diambil untuk mendaratkan drone dengan aman demi menjaga keselamatan publik.
Pakar keamanan nasional Hal Kempfer menyoroti risiko fisik jika petugas memilih menghancurkan drone di atas area padat penduduk.
"Jika drone dicegat dan tidak bisa terbang, drone itu pasti akan jatuh. Anda tidak dapat mengubah hukum gravitasi," katanya.
>>> Bos Blueray Dituntut 3 Tahun Penjara di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
FBI memilih fokus melacak operator pengendali alih-alih menembak jatuh drone di udara.
Asisten Direktur FBI Devin Kowalski menyatakan setiap drone yang masuk tanpa izin akan diinvestigasi secara agresif.
"Kami menanganinya seolah itu adalah sesuatu yang dapat melukai orang. Kami agresif melacak posisi operatornya," ujarnya.
Pengawasan ketat ini juga didasari kekhawatiran potensi serangan taktis jarak dekat yang memanfaatkan celah sistem pertahanan udara konvensional.
Mantan presiden perusahaan penyedia teknologi anti drone Derek Reisfield memperingatkan ancaman dari pihak asing.
"Kita harus berasumsi ada seseorang di Iran menghabiskan tiap hari memikirkan bagaimana menyerang AS di wilayah kita sendiri," katanya.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menetapkan sanksi berat bagi pelanggar.
>>> Galaxy A15 4G/LTE Mulai Terima Update One UI 8.5
Pelanggar bisa didenda hingga USD 100.000, alat disita, hingga hukuman pidana jika terbang dalam radius 4,8 kilometer dari stadion.
Update Terbaru
Bagaimana Cara Membuat NIB? Kini Wajib Dimiliki oleh Konten Kreator
Senin / 22-06-2026, 14:04 WIB
Suami Sembunyikan Dana Pensiun Rp7,6 Miliar Selama 24 Tahun, Istri Bertanya-tanya
Senin / 22-06-2026, 14:02 WIB
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Penjualan Motor Listrik Melonjak
Senin / 22-06-2026, 14:02 WIB
Pemerintah dan NU Tetapkan Waktu Puasa Tasua serta Asyura 2026 Berbeda
Senin / 22-06-2026, 14:02 WIB
11 Barang Esensial Perjalanan dari Amazon yang Bikin Penerbangan Lebih Nyaman
Senin / 22-06-2026, 14:01 WIB
Joe Hart Dukung Keputusan Spanyol Tak Mainkan David Raya di Piala Dunia
Senin / 22-06-2026, 14:01 WIB
Keir Starmer Dikabarkan Akan Umumkan Pengunduran Diri Pagi Ini
Senin / 22-06-2026, 14:00 WIB
iQOO Z11i Resmi di China: HP 5G Murah dengan Baterai 6.500 mAh dan Snapdragon 4 Gen 2
Senin / 22-06-2026, 14:00 WIB
LRT Jabodebek Relasi Harjamukti-Dukuh Atas Alami Gangguan Perjalanan
Senin / 22-06-2026, 14:00 WIB
Bank Indonesia Luncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu
Senin / 22-06-2026, 14:00 WIB
PGN Perluas Akses Gas Bumi Melalui CNG Clustering di Sleman
Senin / 22-06-2026, 14:00 WIB
Reece James Sedih Marc Cucurella Pindah ke Real Madrid
Senin / 22-06-2026, 14:00 WIB
Galaxy S26 FE Bisa Ungkap Potensi Sebenarnya Exynos 2500
Senin / 22-06-2026, 13:57 WIB






