PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk memperluas akses gas bumi melalui inovasi Compressed Natural Gas (CNG) clustering di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Langkah ini bertujuan menyediakan energi memasak yang aman dan efisien bagi masyarakat.

in1

>>> Reece James Sedih Marc Cucurella Pindah ke Real Madrid

Proyek percontohan ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung pada Jumat (19/6).

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi dari sumber daya domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Yuliot, penggunaan CNG dan jargas memberikan efisiensi bagi ibu rumah tangga, praktis, dan aman.

Bagi pemerintah, hal ini dapat mengurangi konsumsi LPG subsidi serta beban subsidi dan impor LPG.

Skema Clustering untuk Distribusi Gas

Inovasi skema pengklasteran memungkinkan gas bumi didistribusikan ke jaringan rumah tangga tanpa harus menunggu pembangunan pipa transmisi utama selesai.

Direktur Utama PGN Arief K.

>>> Jadwal Program Televisi Selasa, 23 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop Jumanji: The Next Level dan Dirty Angels serta Link

Risdianto menjelaskan bahwa CNG bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir aman ke dapur rumah tangga.

Dengan pengawasan ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari.

Infrastruktur jargas di Sleman kini telah mencapai lebih dari 4.500 Sambungan Rumah (SR) dengan pipa distribusi sepanjang 141 kilometer.

Jaringan ini menyalurkan rata-rata 84 ribu meter kubik gas per bulan, setara dengan 64 metrik ton LPG.

PGN, sebagai Subholding Gas Pertamina, siap mendukung pemerintah dalam diversifikasi energi nasional.

Penyaluran gas juga dioptimalkan bersama PT Gagas Energi Indonesia untuk menyasar sektor UMKM, perhotelan, hingga rumah sakit.

>>> Galaxy S26 FE Bisa Ungkap Potensi Sebenarnya Exynos 2500

Salah satu contohnya adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta yang mencatat penghematan biaya energi hingga 30–33 persen.