Pemerintah Kabupaten Batang bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengoptimalkan lahan pesisir yang terdampak intrusi air laut untuk budidaya pangan.

Program Minapadi Salin dijalankan di Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, dengan memadukan sektor pertanian dan perikanan di atas lahan seluas 32,26 hektare.

in1

>>> Presiden Lebanon: 18 Persen Wilayah Rusak Akibat Perang

Pengelolaan lahan diserahkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Sistem serupa sebelumnya telah diterapkan di Semarang dan Jepara. Di Semarang, lahan padi biosalin berkembang dari 20 hektare menjadi lebih dari 115 hektare.

Di Jepara, realisasi panen mencapai 22 hektare dengan nilai ekonomi Rp 1,23 miliar.

Total nilai ekonomi dari program padi biosalin yang berjalan kini mencapai sekitar Rp 7,66 miliar.

Di Batang, program tidak hanya menanam padi biosalin, tetapi juga membudidayakan ikan nila salin dan rumput laut jenis Gracilaria verrucosa.

Sebagai tanda dimulainya program, sebanyak 10.000 benih ikan nila salin dilepaskan dan benih padi biosalin mulai ditanam.

Untuk rumput laut, tahap awal menggunakan bibit sebanyak 30 kilogram.

Target panen perdana rumput laut diperkirakan tiga bulan setelah penanaman, dengan produktivitas hingga 5 kilogram per kilogram bibit dan pola panen bertahap setiap 3-4 minggu.

>>> AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Kualitas Pasar Modal

Dukungan Pemerintah dan Riset

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengapresiasi kolaborasi PGN, BRIN, dan pihak lain dalam menghadirkan program ini.

Menurutnya, program tersebut mendukung ketahanan pangan nasional dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani pesisir.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI Yopi mengatakan program ini menunjukkan hasil riset dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan di kawasan pesisir dengan salinitas tinggi.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyebut program ini menggabungkan budidaya padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut sebagai alternatif sumber pendapatan masyarakat pesisir.

Teknologi pertanian dari BRIN ditargetkan mampu mendorong produktivitas padi biosalin hingga 6-7 ton per hektare.

Untuk ikan nila salin, target bobot rata-rata saat panen sekitar 300 gram per ekor.

Rencana ke depan mencakup penanaman mangrove di sekitar lokasi budidaya untuk menekan abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan pantai.

>>> Erick Thohir: Naturalisasi Pemain Vietnam Sah Sesuai Aturan FIFA

Fajriyah menambahkan, program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat melalui pendekatan terintegrasi antara pertanian, perikanan, dan pelestarian ekosistem pesisir.