PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Program Minapadi Salin di kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Inisiatif corporate social responsibility (CSR) PGN ini bertujuan menggenjot produktivitas lahan salin di area pesisir.

in1

>>> Alfamart Gulirkan Promo Makanan dan Minuman hingga 30 Juni 2026

Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi petani dan warga pesisir.

Integrasi Padi, Ikan, dan Rumput Laut

Program Minapadi Salin di Batang mengintegrasikan budidaya padi biosalin dengan ikan nila salin dan rumput laut.

Metode terpadu ini diimplementasikan untuk mengoptimalkan utilitas lahan pesisir dan memperluas diversifikasi potensi ekonomi masyarakat lokal.

Inovasi ini dikembangkan dari program padi biosalin yang sebelumnya sukses di pesisir utara Semarang dan Kabupaten Jepara.

Di Semarang, lahan program berekspansi dari 20 hektare menjadi lebih dari 115 hektare. Di Jepara, realisasi panen mencapai 22 hektare dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,23 miliar.

Akumulasi nilai ekonomi dari program padi biosalin di berbagai wilayah mencapai sekitar Rp7,66 miliar.

Target dan Dampak Ekonomi

Program ini diaplikasikan pada lahan seluas 32,26 hektare yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Selain padi dan ikan nila, program ini mengembangkan budidaya rumput laut varietas Gracilaria verrucosa.

Jenis rumput laut ini dipilih karena nilai jual tinggi dan adaptasi baik terhadap salinitas perairan pesisir.

Pada fase inisiasi, bibit rumput laut yang disebar mencapai 30 kilogram. Target panen perdana diproyeksikan dalam tiga bulan, dengan produktivitas 5 kilogram biomassa panen per 1 kilogram bibit.