Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Kamis (18/6/2026) mencatat tren kenaikan yang bervariasi. Lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan beras.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, seluruh kualitas beras kompak merangkak naik.

in1

>>> Iran Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama 60 Hari

Beras kualitas bawah I naik 15,7% menjadi Rp16.950 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II melonjak 15,17% ke Rp16.700 per kilogram.

Beras kualitas medium I naik 6,15% ke Rp17.250 per kilogram, dan medium II menguat 3,43% di posisi Rp16.600 per kilogram.

Sementara itu, beras super I naik 3,42% menjadi Rp18.150 per kilogram, dan super II meroket 5% ke Rp17.850 per kilogram.

Cabai dan Bumbu Dapur Ikut Melonjak

Di sektor bumbu dapur, harga bawang merah naik 6,38% menjadi Rp59.150 per kilogram. Bawang putih juga terkerek naik 8,83% ke Rp45.600 per kilogram.

Harga cabai merah besar justru turun 7,99% ke Rp57.000 per kilogram. Namun, cabai merah keriting melejit tajam 30,76% ke level Rp74.600 per kilogram.

>>> Final IBL 2026: Pelita Jaya Hadapi Debutan Bogor Hornbills

Cabai rawit hijau terdepresiasi 10,41% menjadi Rp48.600 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit merah melonjak drastis 21,99% ke posisi Rp91.800 per kilogram.

Pada komoditas minyak goreng, harga minyak curah naik 9,47% menjadi Rp22.550 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerk 1 naik 5,99% ke Rp25.650 per liter, namun kemasan bermerk 2 turun 4,29% menjadi Rp22.300 per liter.

Gula pasir premium naik 9,14% menjadi Rp22.100 per kilogram, dan gula pasir lokal naik 7,33% ke Rp20.500 per kilogram.

Di sektor protein hewani, daging sapi kualitas I naik 3,3% menjadi Rp153.550 per kilogram, dan kualitas II naik 2,33% ke Rp142.900 per kilogram.

>>> BSI dan BAZNAS Salurkan Zakat Rp1 Triliun, Luncurkan Green Zakat

Daging ayam ras segar melonjak 12,63% menjadi Rp41.900 per kilogram, sedangkan telur ayam ras segar naik 4,64% ke Rp31.600 per kilogram.