PT Esa Medika Mandiri bersiap melantai di bursa efek melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO).

Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran ini menggunakan kode saham EMMI.

in1

>>> Samsung Resmi Rilis One UI 8.5, Ini Daftar Galaxy S, A, Z Fold, dan Tab yang Kebagian Pembaruan

Calon emiten ini melepas sebanyak 522.857.000 lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam tahap bookbuilding, perseroan memasang harga perdana pada rentang Rp446 hingga Rp515 per saham. Dengan demikian, EMMI berpotensi menghimpun dana segar maksimal Rp269,27 miliar.

Perusahaan juga mengalokasikan sekitar 10% dari seluruh saham IPO atau 52.285.700 lembar untuk pegawai melalui program Employee Stock Allocation (ESA).

Rencana Penggunaan Dana IPO

Manajemen EMMI berencana menggunakan dana hasil IPO untuk beberapa kebutuhan strategis. Sebanyak Rp50 miliar akan dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok utang pinjaman perusahaan.

Sekitar 11,8% dari total dana bakal digunakan untuk mendanai ekspansi bisnis, termasuk pembangunan gedung pabrik baru di kawasan Cikupa.

>>> 3 Rekomendasi Sepatu Lari Brodo untuk Pemula hingga Profesional

Porsi terbesar, yakni 68,7%, disiapkan untuk modal kerja operasional seperti pengadaan bahan baku, persediaan, dan pembelian barang penunjang proyek.

Jika dana IPO belum mencukupi, kekurangan akan ditutup menggunakan kas internal atau pendanaan tambahan dari perbankan dan lembaga keuangan.

Kinerja Keuangan yang Positif

Laporan keuangan emiten menunjukkan capaian positif sepanjang 2025.

Laba bersih tahun berjalan EMMI melonjak 188,22% menjadi Rp32,43 miliar, dibandingkan Rp11,25 miliar pada 2024.

Pertumbuhan laba didorong oleh penjualan bersih yang kuat.

>>> Dokter Spesialis Kulit Sarankan Cuci Bra Rutin demi Jaga Kesehatan Kulit

Sepanjang 2025, perseroan meraup pendapatan Rp454,63 miliar, naik 18,1% dari Rp384,93 miliar pada tahun sebelumnya.