Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (18/6).

Indeks turun 0,78 persen ke posisi 6.172,34.

in1

>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026

Koreksi ini dipicu oleh pelemahan enam dari 11 sektor saham.

Sektor Infrastruktur menjadi yang terlemah dengan penurunan 1,96 persen.

Sementara itu, sektor Industri Dasar justru menguat 2,49 persen.

Saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, TLKM, dan BBCA turun signifikan.

BBRI turun 3,90 persen, TLKM ambles 6,08 persen, dan BBCA terkoreksi 3,19 persen.

Tekanan terhadap indeks tertahan oleh penguatan saham AMMN, BRPT, dan MDKA.

Investor asing mencatat net sell Rp893,36 miliar di pasar reguler.

Kondisi berbeda terjadi di bursa AS yang menguat.

Dow Jones naik 0,14 persen, S&P 500 melesat 1,08 persen, dan Nasdaq menguat 1,91 persen.

MSCI 2026 Global Market Accessibility Review mempertahankan Indonesia dalam status Emerging Market.

Namun, ada catatan minor berupa penurunan penilaian kriteria Information Flow dari '+' menjadi '-'.

>>> Hasil Imbang Afrika Selatan vs Ceko Panaskan Persaingan Grup A

Indonesia bersama Turki dinilai mengalami kemunduran aksesibilitas pasar.

MSCI menyoroti ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan indikasi aktivitas perdagangan terkoordinasi.

Akibatnya, indeks ETF EIDO tergelincir 0,40 persen dan MSCI Indonesia jatuh 2,35 persen.

Hasil akhir MSCI 2026 Annual Market Classification Review dijadwalkan terbit pada 23 Juni 2026.

Prodia Diagnostic Line Bersiap IPO

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) tengah bersiap melaksanakan Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan alat kesehatan ini menjadwalkan pencatatan saham di BEI pada 9 Juli mendatang.

Masa book building berlangsung pada 18–23 Juni 2026.

Perseroan menawarkan maksimal 522,90 juta saham baru atau setara 30,00 persen dari modal ditempatkan.

Dengan rentang harga Rp100–120 per saham, PRDL membidik dana segar hingga Rp62,75 miliar.

Struktur pemegang saham saat ini terdiri dari Prodia Utama 51,00%, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) 39,00%, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH 10,00%.

Sebesar Rp35,67 miliar atau 62,57% dari dana IPO akan digunakan untuk melunasi pokok fasilitas kredit di BCA dan Bank Panin.

>>> 3 Film Terbaru di Bioskop Hari Ini, Ada Ready or Not 2

Sisanya dialokasikan 28,92% untuk belanja modal dan 8,51% untuk modal kerja.