Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Tim Penggerak PKK terus menanamkan karakter positif kepada para pelajar melalui Program Seribu Kata Positif (Serbukatif).

Program ini bertujuan membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.

in1

>>> Yen Jepang Melemah ke Bawah 161 per Dolar AS, Terendah Sejak Juli

Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus Pendiri Serbukatif, Yantie Rachim, mengatakan penggunaan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk karakter anak.

Hal itu sekaligus mencegah munculnya perilaku perundungan di sekolah.

Program Serbukatif dilakukan melalui roadshow ke sekolah-sekolah.

Salah satunya digelar di SDN Cipaku Perumda, Kota Bogor, pada Kamis (18/6) dan dihadiri langsung oleh Yantie.

"Program Serbukatif ini masih terus berjalan. Walaupun roadshow-nya mungkin tidak sesering dulu, tetapi programnya tetap dijalankan oleh Tim Serbukatif," kata Yantie.

Ia menjelaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai yang diajarkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

>>> Lim Ji Yeon Hapus Tato Eyeliner karena Hambat Syuting Drama

Menurut Yantie, antusiasme siswa menunjukkan kebiasaan bertutur kata positif mulai tumbuh.

"Alhamdulillah, saya melihat anak-anak tetap antusias dan mereka menerapkan Program Serbukatif ini dengan sangat baik di lingkungannya. Program ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," ujarnya.

Yantie menuturkan salah satu tujuan utama Program Serbukatif adalah membentuk karakter anak melalui kebiasaan menggunakan kata-kata yang baik dan membangun dalam setiap interaksi.

Ia meyakini lingkungan sekolah yang dipenuhi ucapan positif akan menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Harapannya anak-anak harus terus berkata yang positif supaya tidak ada bullying ataupun hal-hal yang kurang baik. Visi dan misi Serbukatif memang seperti itu," katanya.

>>> Tottenham Hotspur Resmi Rekrut Jan Paul van Hecke dari Brighton

Pemkot Bogor bersama TP PKK Kota Bogor terus mendorong budaya komunikasi positif di kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya membangun sekolah ramah anak dan memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.