PT PLN (Persero) resmi menunjuk Rakhmad Dewanto Haris sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2026.

Penunjukan ini merupakan bagian dari perombakan jajaran direksi untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Rakhmad menggantikan Hartanto Wibowo yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

in1

>>> VIVA Apotek Catat Pertumbuhan Penjualan 35 Persen di BeautyFest Asia 2026

Sebelumnya, Rakhmad menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). PLN EPI adalah subholding yang mengelola pasokan bahan baku energi untuk kelistrikan nasional.

Manajemen PLN menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan menyelaraskan visi jangka panjang perusahaan. Langkah ini juga untuk mendukung target pembangunan nasional di sektor energi.

Karier Rakhmad Dewanto Haris

Rakhmad Dewanto Haris lahir di Madiun pada 20 April 1977. Ia meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia pada tahun 2001.

Kariernya dimulai di Total E&P Indonesia (kini TotalEnergies) sebagai senior accountant sejak 2003 hingga 2016.

Selama di sana, ia juga menjabat head of gas revenue service (2006-2011), head of market research (2011-2012), head of domestic gas sales (2012-2014), dan head of export and domestic gas sales (2014-2017).

>>> Disbudpar Batam: Kunjungan Museum Didominasi Pelajar dan Wisman

Pada 2018, ia bergabung dengan PT Pertamina Hulu Mahakam sebagai manager commercial business development and strategic planning.

Kemudian ia menjadi head of business development and strategic planning (2019-2020) dan VP commercial (2020-2021).

Sebelum masuk ke PLN EPI, Rakhmad menjabat sebagai Direktur Operasi dan Komersial PT Nusantara Regas dari 2021 hingga 2022.

Setelah itu, ia dipercaya memimpin PLN EPI sebagai Direktur Utama.

Dengan pengalaman luas di sektor migas dan energi, Rakhmad diharapkan mampu membawa penyegaran dalam perencanaan korporat PLN.

>>> Access by KAI Jadi Ekosistem Digital Perjalanan, Masukan Pelanggan Dorong Perbaikan Layanan

Transformasi internal ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang dinamis.