PT Akasha Wira International Tbk (ADES) menggelontorkan dana Rp46,2 miliar untuk membangun fasilitas produksi permen gummy mandiri.

Investasi ini berasal dari kas internal perusahaan.

in1

>>> AdHoc Studio Rilis DLC HR Violation untuk Atasi Sensor Dispatch di Nintendo Switch

Pabrik tersebut ditargetkan beroperasi secara komersial pada kuartal III-2026. Langkah ini merupakan diversifikasi portofolio ke industri kembang gula non-cokelat dengan konsep indulgent gummy.

Presiden Direktur ADES, Fany Soegiarto, mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik sedang berlangsung. Rencananya, produksi gummy akan dimulai pada kuartal ketiga.

Saat ini, ADES baru memiliki satu produk Gummy Yogurt bermerek Wonhae yang masih diproduksi secara maklon. Pabrik baru ini akan mengubah ADES menjadi produsen gummy mandiri.

Target pasar utama adalah konsumen domestik usia 6 hingga 35 tahun. Distribusi akan melalui modern trade, traditional trade, dan distributor, tanpa menutup peluang ekspor.

>>> Cara Menghitung Premi Asuransi Kesehatan Non-BPJS Berdasarkan Risiko

Selain gummy, ADES juga memperluas portofolio kosmetika pada 2026. Produk baru yang telah diluncurkan antara lain pembersih wajah pria Barber Daily dan masker wajah Inoskin.

Ke depan, perseroan berencana menambah varian produk seperti parfum, pasta gigi, dan kosmetika lainnya. Fany menyebut produk-produk baru tersebut mendapat respons positif dari pasar.

Ekspansi ini didukung kinerja keuangan yang kuat.

Pada kuartal I-2026, penjualan bersih ADES melonjak 65,5% secara tahunan menjadi Rp942 miliar, dengan laba periode berjalan naik 74,5% menjadi Rp256 miliar.

>>> Pemerintah Renovasi 127 Madrasah di Jawa Barat, Menko AHY Tinjau Progres

Sepanjang 2025, total penjualan bersih ADES mencapai Rp2,7 triliun dengan laba bersih Rp741,6 miliar. Segmen makanan dan minuman menyumbang 50,4%, sementara kosmetika 49,6%.