Meminjamkan uang kepada sahabat atau kerap dilakukan atas dasar kepercayaan. Namun, saat jatuh tempo tiba, banyak orang enggan menagih karena takut merusak hubungan.

Padahal, menagih hak adalah hal wajar jika disampaikan dengan santun.

in1

>>> Lexi Minetree Kenakan Gaun Lawas Reese Witherspoon dari Film Legally Blonde

Dilansir dari Medcom yang merangkum data OCBC, ada beberapa cara dan pilihan kalimat yang bisa digunakan tanpa memicu perselisihan.

Langkah-Langkah Menagih Utang dengan Santun

Pertama, pilih waktu yang tepat. Hindari saat peminjam sedang sibuk, di keramaian, atau dalam tekanan emosional.

Kedua, sampaikan maksud secara langsung tanpa berbelit-belit. Siapkan juga dokumen pendukung seperti bukti transfer atau catatan percakapan sebagai pengingat.

Ketiga, dengarkan alasan penundaan dari peminjam. Memahami kendala mereka membantu mencari solusi bersama.

Jika pelunasan penuh belum memungkinkan, tawarkan opsi cicilan. Ini meringankan beban peminjam dan memastikan dana Anda kembali bertahap.

Selama komunikasi, tetaplah tenang dan profesional. Empati bukan berarti merelakan uang, melainkan membantu fokus pada solusi terbaik.

Contoh Kalimat Santun untuk Menagih

"Halo, semoga kamu sehat selalu. Aku mau mengingatkan soal pinjaman yang pernah kamu ambil.

>>> 4 Rekomendasi Minuman Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi Malam Hari

Kalau sudah ada rencana pembayaran, kabari aku ya."

"Hai, maaf mengganggu. Aku mau menanyakan kembali soal pinjaman kemarin.

Kira-kira kapan bisa diselesaikan? Terima kasih."

"Maaf, aku ingin mengingatkan mengenai pinjaman yang pernah aku berikan. Kalau ada kendala, kita bisa diskusikan bersama."

"Halo, aku ingin follow up terkait pinjaman sebelumnya. Apakah sudah ada jadwal pembayaran yang bisa diinformasikan?"

"Maaf, saya ingin mengingatkan kembali mengenai kewajiban pembayaran yang sudah disepakati. Mohon informasinya terkait rencana pelunasan."

>>> TikTok Kembangkan Mini Game Tanpa Instalasi untuk Perluas Bisnis Aplikasi

Urusan utang piutang sering melibatkan lingkaran terdekat. Oleh karena itu, tata cara berkomunikasi menjadi kunci agar urusan finansial tidak berujung konflik personal.