PLN Butuh 20 Juta Ton Batu Bara Kualitas Sedang untuk PLTU 2026
PT PLN (Persero) masih membutuhkan 20 juta ton batu bara berkualitas sedang atau medium range coal (MRC) untuk memenuhi pasokan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sepanjang tahun 2026.
Kekurangan ini terjadi karena PLN baru mengamankan kontrak sebesar 134 juta ton dari total kebutuhan PLTU yang mencapai 154 juta ton, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (19/6/2026).
>>> Kelola Dana Pesangon PHK dengan Tepat untuk Jaga Keuangan Keluarga
Regulasi Baru Pencampuran Batu Bara
Kebijakan pencampuran atau blending batu bara kini wajib mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Peraturan Menteri No. 6/2026.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menilai positif pengetatan regulasi baru tersebut. "Kalau memang [pencampuran batu bara] mau diatur memang bagus," ujarnya.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa sebagian batu bara kualitas sedang yang diperoleh perusahaan merupakan hasil pencampuran dengan batu bara kualitas rendah atau low range coal (LRC).
"Itu nanti kan pastilah ada blending-nya dengan LRC supaya bisa dipakai untuk pembangkit-pembangkit kita. Memang mayoritas kan sejak dahulu sudah MRC," tegas Rizal.
>>> Mengenal Hari Besar 27 April: Hari Bakti Pemasyarakatan hingga Hari Tapir Sedunia
Tantangan logistik pengiriman pasokan menggunakan armada laut juga diakui tetap membayangi operasional harian seluruh pembangkit listrik milik negara.
"Kalau HOP itu kan setiap hari pasti ada tambahan-tambahan, walaupun challenging, tetapi pasti setiap hari ada saja datang kapal," ujar Rizal.
Kementerian ESDM menyisipkan Pasal 34A dan Pasal 34B dalam aturan terbaru guna memastikan keandalan domestic market obligation (DMO) ketenagalistrikan serta menjaga akuntabilitas penerimaan negara.
>>> Promo Point Coffee Indomaret 11 Mei 2026: Minuman Favorit Mulai Rp 20.000
Melalui regulasi anyar ini, para pemegang izin usaha pertambangan juga diwajibkan menyertakan laporan berkala kegiatan pencampuran batu bara setiap tiga bulan.
Update Terbaru
Timnas Kanada Bertekad Bangkit Demi Ismaël Koné Usai Menang Telak
Jumat / 19-06-2026, 12:22 WIB
Korea Selatan Kalah 0-1 dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:21 WIB
Forum Bahas Akses Listrik Rendah Karbon untuk Ketahanan Industri
Jumat / 19-06-2026, 12:21 WIB
Diastika Biotekindo Siapkan Dana Rp 15 Miliar untuk Buyback Saham
Jumat / 19-06-2026, 12:21 WIB
Kode Redeem FF 20 Juni 2026: Klaim Diamond Gratis dari Kolaborasi Garena dan Shopee
Jumat / 19-06-2026, 12:21 WIB
OJK Tanggapi Hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:21 WIB
Penyebab Suara Aneh di Rumah dan Cara Mengatasinya
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
MoraRepublic Targetkan 1,5 Juta Pelanggan Baru Internet Rumah
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Subsidi Tak Naik Meski BI Rate Naik
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Pemerintah Tunggu Proses Pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Sport Gagal ke Puncak Klasemen Usai Ditahan Imbang Atletico-GO
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
KB Bank Kurangi 662 Pegawai, Dua Anggota Direksi Ajukan Mundur
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
Gejala Diabetes pada Pria yang Muncul di Penis, Sering Tak Disadari
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
Pemerintah Tetapkan Libur Hari Buruh 2026 Tanpa Cuti Bersama
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB






