Tim nasional sepak bola pria Kanada berkomitmen untuk terus berjuang demi Ismaël Koné setelah sang gelandang mengalami cedera kaki parah dalam laga fase grup Piala Dunia di Vancouver pada hari Kamis.

Cedera tersebut membayangi kemenangan bersejarah Kanada dengan skor 6-0 atas Qatar.

in1

>>> Sport Gagal ke Puncak Klasemen Usai Ditahan Imbang Atletico-GO

Pelatih kepala Kanada, Jesse Marsch, mengungkapkan kengerian insiden cedera yang terjadi di dekat bangku cadangan tersebut.

"Terdengar bunyi tulang patah," kata Marsch.

Marsch menambahkan bahwa seluruh anggota tim merasa sangat terpukul dengan kondisi yang menimpa pemain berusia 24 tahun tersebut.

"Hati Anda tertuju padanya. Semua orang terguncang untuknya," ujar Marsch.

Meski mengalami kesakitan, Koné sempat memberikan tanda jempol dan melambaikan tangan kepada para penonton saat ditandu keluar lapangan.

"Dia membuat semua orang merasa tenang dengan fakta bahwa dia cedera," kata Marsch.

Tindakan Koné tersebut dinilai menunjukkan ketegaran luar biasa di tengah situasi kritis.

"Ini adalah pernyataan luar biasa tentang Ismaël sebagai seorang pribadi," ujar Marsch.

Mengenai pelanggaran keras dari gelandang Qatar, Assim Madibo, Marsch menilai tindakan tersebut tidak didasari niat sengaja untuk mencederai.

"Saya tidak berpikir dia bermaksud menciptakan situasi mengerikan seperti itu," kata Marsch.

Madibo sendiri dilaporkan mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf sebelum Koné dibawa ke rumah sakit.

"Saya tidak menyalahkannya untuk itu," ujar Marsch.

Namun, suasana memanas akibat protes dari bangku cadangan Qatar yang tidak menerima keputusan kartu merah dari wasit.

"Saya tidak mengerti reaksi dari seluruh bangku cadangan mereka yang mencoba memulai perkelahian," kata Marsch.

Ketegangan antar-tim berlanjut hingga setelah pertandingan berakhir ketika kedua pelatih terlibat adu mulut.