Diabetes merupakan penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat, termasuk di Indonesia.

Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi karena tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif.

in1

>>> Pemerintah Tetapkan Libur Hari Buruh 2026 Tanpa Cuti Bersama

Meski siapa pun bisa terkena diabetes, penyakit ini memunculkan beberapa gejala yang khas pada pria. Gejala tersebut sering muncul secara bertahap sehingga kerap tidak disadari.

Menurut Medical News Today, diabetes dapat menyebabkan disfungsi ereksi, infeksi jamur genital, dan kehilangan massa otot pada pria.

Gejala Diabetes pada Pria

Banyak efek diabetes yang serupa antara pria dan wanita, seperti kerusakan pembuluh darah dan saraf. Namun, ada beberapa gejala yang khusus terjadi pada pria.

Disfungsi ereksi dialami hingga 75 persen pria penderita diabetes. Saraf dan pembuluh darah sangat penting untuk ereksi, dan kerusakan pada sistem ini dapat memengaruhi fungsi penis.

Sariawan genital atau infeksi jamur ragi juga sering terjadi pada pria dengan diabetes.

Kelebihan gula dalam darah dikeluarkan melalui urine, dan ragi tumbuh subur pada gula sehingga lebih mungkin tumbuh di penis.

Gejala sariawan genital meliputi kemerahan, pembengkakan, dan gatal di sekitar kepala penis, bau tidak sedap, penampilan kulit penis yang putih dan bergelombang, serta nyeri saat berhubungan seks.

Penurunan massa otot juga lebih umum pada pria dengan diabetes tipe 1.

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan tubuh memecah otot dan lemak untuk energi, mengakibatkan penurunan kekuatan dan kelemahan otot.

Pria dan Risiko Diabetes

Sebuah studi tahun 2016 di BMJ Open menemukan bahwa pria memiliki risiko diabetes lebih tinggi setelah peningkatan berat badan yang relatif lebih sedikit dibandingkan wanita.