PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MoraRepublic) optimistis terhadap potensi pertumbuhan industri internet rumah di Indonesia.

Perusahaan menargetkan perolehan sekitar 1,5 juta pelanggan baru untuk layanan FTTH dan FWA pada tahun ini.

in1

>>> Kode Redeem FF 20 Mei 2026: Klaim Diamond Gratis dari Kolaborasi Garena dan Shopee

Keyakinan tersebut didasarkan pada data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatat total pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026.

Dari jumlah tersebut, baru 99,51 juta jiwa atau 42,3 persen yang berlangganan internet tetap.

Angka penetrasi itu naik dibandingkan 38,7 persen pada 2025, atau tumbuh 3,6 poin persentase dalam setahun.

Meski demikian, masih ada kesenjangan pasar sebesar 57,7 persen yang menunjukkan mayoritas pengguna internet belum menggunakan fixed broadband.

Chief Regulatory & Corporate Affairs Officer MoraRepublic Resi Y. Bramani mengatakan angka penetrasi 42,3 persen membuktikan akses internet tetap di rumah tangga belum merata.

Menurutnya, pasar masih jauh dari jenuh.

Pertumbuhan sektor ini ke depan akan dipengaruhi oleh empat faktor utama. Pertama, pergeseran perilaku digital masyarakat yang membutuhkan konektivitas stabil untuk belajar daring, bekerja dari rumah, dan streaming.

Faktor lainnya meliputi tingginya penetrasi seluler yang kerap terkendala kapasitas saat jam sibuk, maraknya urbanisasi di kawasan residensial baru, serta tren home-centric lifestyle.

Resi memproyeksikan pertumbuhan tetap positif, terutama di kota-kota yang masih berkembang.

Meski harga masih menjadi pertimbangan sensitif bagi sebagian konsumen, dinamika pasar menunjukkan pergeseran prioritas ke arah kualitas jaringan dan pengalaman pengguna.

>>> Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Subsidi Tak Naik Meski BI Rate Naik

Keandalan berupa latensi rendah dan koneksi stabil kini menjadi kebutuhan utama untuk konferensi video, investasi saham, gim daring, dan streaming 4K.