PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) memproyeksikan lonjakan jumlah pelanggan internet rumah sebesar 80 persen pada kuartal II/2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Proyeksi ini muncul di tengah tekanan kurs rupiah dan pelemahan daya beli masyarakat.

in1

>>> Mengenal Hiperkolesterolemia Familial, Kelainan Genetik Pemicu Kolesterol Tinggi

Menurut manajemen, pertumbuhan basis pengguna baru tidak terpengaruh oleh dinamika pasar yang menantang karena internet rumah telah menjadi komoditas primer bagi masyarakat modern.

Ekspansi Jaringan dan Skala Ekonomi

Skala ekonomi emiten berkode saham MORA tersebut semakin kuat hingga pertengahan tahun ini seiring meluasnya jaringan kabel fisik maupun nirkabel di berbagai wilayah potensial.

Direktur & Chief Corporate Affairs Officer MoraRepublic, Resi Y. Bramani, menyatakan optimisme bahwa akselerasi bisnis perusahaan akan terus berjalan sesuai target ekspansi jaringan.

"Jumlah pelanggan kuartal II/2026 diproyeksikan naik sekitar 80% dari jumlah pelanggan di periode yang sama tahun lalu," ujar Resi Y.

>>> Solo Siapkan Venue Basket Internasional Usai Kunjungan FIBA Asia

Bramani.

Ia menambahkan bahwa jumlah pelanggan internet saat ini mencapai lebih dari 2,6 juta pelanggan.

Ketangguhan operasional perseroan ditopang oleh integrasi infrastruktur end-to-end pertama di Indonesia yang menggabungkan jaringan tulang punggung kabel bawah laut internasional Moratelindo dengan jaringan retail perumahan Fiber to the Home (FTTH) MyRepublic.

>>> Netflix Rilis Trailer The Last House, Duet Greta Lee dan Wagner Moura

Melalui ekosistem tunggal ini, perseroan melayani segmen Wholesale, Enterprise, hingga retail secara serentak sehingga struktur pendapatan menjadi lebih terdiversifikasi melalui beberapa sub-brand seperti MyRepublic Fiber, MyRepublic Air, dan Oxygen Home & Business.