Trafik internet global kini didominasi oleh agentic AI bots yang mencapai 57,4 persen, sementara aktivitas manusia hanya menyumbang 42,6 persen.

Data ini berdasarkan pemantauan Cloudflare Radar yang dilansir dari Media Indonesia.

>>> Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Rekor Baru Messi dan Ronaldo

Dominasi sistem kecerdasan buatan yang menjelajahi internet atas nama pengguna ini terjadi jauh lebih cepat dari proyeksi paling agresif yang pernah dibuat sebelumnya.

CEO Cloudflare Matthew Prince mengaku terkejut dengan percepatan ini.

"Ternyata terjadi lebih cepat dari yang saya duga," tulis Prince melalui unggahan di platform X.

Ia sebelumnya memprediksi trafik bot baru akan melampaui manusia pada akhir 2026 atau awal 2027.

Prince menegaskan bahwa untuk pertama kali dalam sejarah internet, trafik agen AI resmi melewati trafik manusia.

Ia menyatakan tren ini sudah berada di sisi lain dan tidak akan kembali seperti semula.

>>> KB Bank Gencar Salurkan Kredit Sindikasi untuk Proyek Strategis

Perbedaan Antarwilayah

Data Cloudflare menunjukkan perbedaan mencolok antarwilayah. Amerika Utara memimpin penggunaan bot dengan angka 68,6 persen, diikuti Eropa dan Afrika.

Sebaliknya, wilayah Asia, Amerika Selatan, dan Oseania masih didominasi oleh pengguna manusia. Contohnya, Kuba memiliki 80,8 persen pengguna manusia dan Laos mencapai 84,7 persen.

Anomali unik ditemukan di Gibraltar, di mana pada jam sibuk hingga 97 persen trafik internetnya berasal dari bot.

Hal ini menunjukkan masifnya adopsi teknologi otomatisasi di pusat data setempat.

Fenomena ini memberikan validasi baru bagi Dead Internet Theory dari akhir 2010-an yang menyatakan sebagian besar aktivitas internet tidak lagi digerakkan oleh manusia.

>>> Harga Emas Dunia Diproyeksi Menguat Usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Pergeseran ini berimplikasi luas, mulai dari validitas metrik periklanan digital hingga tantangan pemilik situs web dalam membedakan pengunjung asli dengan mesin pemanen data.