PT Bank Neo Commerce Tbk menyiapkan penyesuaian strategi pendanaan sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen.

Pengumuman tersebut disampaikan manajemen bank akhir pekan lalu di Jakarta.

>>> Kisah Ramadhipa Merajut Asa Balap di Eropa Bersama Para Senior

Kenaikan suku bunga acuan dinilai akan membawa pengaruh besar terhadap dinamika industri perbankan nasional, khususnya dalam penentuan bunga simpanan.

Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, opsi menaikkan bunga simpanan kini turut dikaji oleh manajemen.

Penyesuaian Strategi Secara Prudent

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, mengatakan bahwa bank akan terus memantau dinamika pasar.

Bila diperlukan, penyesuaian strategi akan dilakukan secara prudent dan terukur sesuai kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, serta profil risiko bank.

Penyesuaian suku bunga simpanan ke depan akan dilakukan secara selektif untuk menjaga posisi dana pihak ketiga (DPK) tetap stabil.

Manajemen berkomitmen mempertahankan suku bunga yang kompetitif namun efisien, sehingga tidak memberatkan biaya dana atau cost of fund.

>>> Prancis Hadapi Senegal di Laga Pembuka Grup I Piala Dunia 2026

Tingkat kecukupan likuiditas juga dijaga melalui pengelolaan aset dan liabilitas secara disiplin demi mendukung ekspansi bisnis yang sehat.

Dari sisi penyaluran kredit, korporasi tetap mengarahkan pada segmen dan profil nasabah yang memiliki kualitas serta potensi pertumbuhan baik.

Kinerja Keuangan Terkini

Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, total DPK Bank Neo Commerce tercatat Rp 13,14 triliun, turun 1,05 persen secara tahunan.

Produk deposito mendominasi perolehan dana dengan porsi 68,51 persen dari total DPK.

Hingga April 2026, bank telah menyalurkan kredit sebesar Rp 6,96 triliun.

>>> Alwi Farhan Tembus 10 Besar Dunia Usai Juara Australian Open 2026

Perusahaan membukukan laba bersih Rp 185,35 miliar pada periode tersebut.