Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Tren penurunan ini memicu kekhawatiran akan berlanjut setelah kenaikan BI Rate ke level 5,5%.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran KKB pada April 2026 terkontraksi 9% secara tahunan (yoy).

>>> Netmarble Rilis Game of Thrones Kingsroad di PC pada 14 Mei 2026

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari Maret 2026 yang terkontraksi 8,9% yoy dan Februari 2026 yang turun 8,1% yoy.

Ekonom Center of Reform (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengamati bahwa kemerosotan pembiayaan ini sudah terdeteksi sejak akhir 2025.

"Pola ini menunjukkan pasar pembiayaan kendaraan menghadapi tekanan konsisten selama lebih dari setengah tahun," katanya.

Yusuf menjelaskan bahwa penurunan daya beli masyarakat menjadi faktor utama di balik lesunya pasar KKB.

Kondisi ini diperberat oleh kenaikan BI Rate ke 5,5% yang berpotensi mendorong perbankan menaikkan bunga kredit.

Faktor lain seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu kenaikan harga kendaraan, serta lonjakan harga bahan bakar non-subsidi, turut memberi beban tambahan bagi pertumbuhan sektor ini.

Yusuf memproyeksikan kinerja KKB belum akan membaik dalam waktu dekat. Ia menyarankan perbankan fokus menjaga kualitas kredit yang telah disalurkan.

Menanggapi situasi ini, PT Bank Central Asia Tbk menyatakan bahwa BI Rate memengaruhi kebijakan suku bunga, termasuk untuk sektor kendaraan bermotor.

>>> Timnas Belgia Imbangi Mesir 1-1 pada Laga Pembuka Grup G Piala Dunia 2026

Namun, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Heryn menegaskan bahwa penyesuaian bunga juga harus mempertimbangkan daya beli masyarakat dan iklim kompetisi.

Hingga kuartal I-2026, total portofolio KKB BCA mencapai Rp 53,9 triliun, turun 19,7% yoy.