Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6).

Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan kategori sedang pada sejumlah fasilitas publik dan rumah warga.

>>> Xiaomi Resmi Luncurkan POCO C81 Pro di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kerusakan nonstruktural terjadi di tiga wilayah utama. Data diperoleh dari koordinasi dengan tim daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan kerusakan meliputi Kantor Bupati Kabupaten Sigi, rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong, dan lima rumah warga lainnya.

Selain itu, getaran dari Sesar Sausu dengan kedalaman 16 kilometer juga merusak Hotel Santika, sebuah kafe di Palu, auditorium Universitas Tadulako, Hotel Best Western, dan Toko Star Kitchen.

Hingga pukul 12.00 waktu setempat, data yang diterima BMKG baru sebatas kerusakan nonstruktural kategori sedang.

>>> Pemerintah Tanggung Subsidi BBM Pertalite Rp8.000 Per Liter

Petugas telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan survei dan pemetaan dampak lebih lanjut.

Analisis pemodelan laut BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Pemantauan stasiun pasang surut di Parigi dan Palu tidak mendeteksi kenaikan permukaan air laut yang berbahaya.

Meski terdapat fluktuasi kecil setinggi 7,5 sentimeter di Pelabuhan Pantoloan, BMKG memastikan hal itu bukan gelombang berbahaya.

>>> DPR Setujui Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu tsunami.