Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menargetkan sebanyak 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga untuk bergabung dalam program Komponen Cadangan (Komcad) militer tahun 2026.

Program ini berbeda dengan wajib militer. Komcad diperuntukkan bagi warga sipil yang memenuhi syarat untuk dilatih dasar kemiliteran.

>>> Biaya Tol dan Listrik Wuling Cortez Darion EV Jakarta-Yogyakarta Capai Rp734 Ribu

Peserta yang bergabung tetap berstatus sipil, namun berubah menjadi kombatan saat mobilisasi. Program ini bersifat sukarela, tidak wajib bagi seluruh warga negara.

Persyaratan dan Seleksi

Regulasi Komcad diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Persyaratan umum meliputi beriman dan bertakwa, setia pada NKRI, berusia 18-35 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki catatan kriminal.

Calon peserta wajib melewati seleksi administratif dan kompetensi. Proses penyaringan menguji aspek fisik, psikologis, ideologi Pancasila, dan kesetiaan pada NKRI.

>>> Bursa Saham AS Menguat Imbas Penurunan Harga Minyak Dunia

Selama seleksi, peserta menerima materi kesadaran bela negara dan dasar kemiliteran untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.

Sebanyak 2.019 peserta telah lolos gelombang 1 dan akan mengikuti seleksi lanjutan pada April 2026.

ASN yang lolos akan menjalani pelatihan selama dua bulan hingga akhir Juni 2026.

>>> Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI

Setelah pelatihan selesai, para ASN dijadwalkan kembali bertugas di instansi masing-masing pada Juli 2026.