KPK Awasi 49 Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp4,25 Triliun
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperketat pengawasan terhadap sejumlah proyek strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai Rp4,255 triliun untuk tahun anggaran 2026.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh program berjalan tepat waktu, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta.
>>> 5 Serum Anti Aging untuk Kulit Awet Muda Mulai Rp27 Ribuan
Pemetaan Risiko dan Mitigasi
Pemetaan risiko dan penyusunan langkah mitigasi telah dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pengadaan Barang/Jasa Strategis Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada 9-10 Juni 2026.
Pada tahun ini, terdapat 49 proyek strategis yang tersebar di 10 perangkat daerah, meliputi pembangunan infrastruktur jalan, trotoar, fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau, pengelolaan sumber daya air, pendidikan, hingga perumahan rakyat.
Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK Bahtiar Ujang Purnama menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menekan potensi penyimpangan sejak dini.
"Melalui rapat tersebut, KPK bersama Pemprov DKI Jakarta melakukan pemetaan risiko sekaligus menyusun langkah mitigasi agar berbagai proyek prioritas dapat terlaksana secara efektif," ujar Bahtiar.
Oleh karena itu, alokasi anggaran yang besar harus diimbangi dengan hasil pembangunan yang fungsional.
"Karena itu, anggaran yang disusun harus benar-benar menjawab kebutuhan riil warga dan menghasilkan manfaat yang terukur," tandas Bahtiar.
>>> Negara Masa Lalu yang Pernah Tampil di Piala Dunia Kini Tinggal Sejarah
Ia menambahkan bahwa pencegahan korupsi yang efektif harus dimulai dari hulu proses pengadaan.
"Dari hal-hal yang terlihat kecil itulah berbagai penyimpangan dapat berkembang. Pengawasan harus dilakukan sejak awal, bukan ketika masalah sudah terjadi," tegasnya.
Penguatan Koordinasi dengan Inspektorat
Guna memaksimalkan fungsi kontrol tersebut, KPK memperkuat koordinasi dengan Inspektorat DKI Jakarta melalui pemantauan hasil reviu Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan audit berbasis risiko pada pengadaan e-purchasing.
Lembaga antirasuah ini juga mewajibkan pelaporan berkala, percepatan mitigasi risiko keterlambatan, serta tindak lanjut atas rekomendasi probity audit.
"Pada akhirnya yang paling penting adalah memastikan proyek-proyek strategis ini selesai tepat waktu, berkualitas, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
>>> Garena Rilis 73 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 Juni 2026
Karena tujuan pengawasan bukan sekadar menghindari korupsi, tetapi memastikan pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi publik," pungkas Bahtiar.
Update Terbaru
Prancis Hadapi Senegal di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 00:52 WIB
Dinas Pendidikan Jatim Buka Pendaftaran SPMB Tahap 2, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Rabu / 17-06-2026, 00:44 WIB
Prediksi Shio Juni 2026: Empat Zodiak China Ini Berpeluang Besar Raih Rezeki
Rabu / 17-06-2026, 00:44 WIB
Prediksi Peruntungan Shio Juni 2026: Empat Shio Ini Berpotensi Raup Rezeki Besar
Rabu / 17-06-2026, 00:44 WIB
4 Hari Besar yang Diperingati Setiap 17 Juni di Indonesia dan Dunia
Rabu / 17-06-2026, 00:35 WIB
Pertemuan Dramatis Jupiter: Bagaimana Planet Raksasa Hampir Hancur Selamanya
Rabu / 17-06-2026, 00:35 WIB
Pemerintah Tetapkan Sisa Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026
Rabu / 17-06-2026, 00:32 WIB
AC Milan Resmi Tunjuk Ruben Amorim sebagai Pelatih Baru
Rabu / 17-06-2026, 00:32 WIB
Redmi K90 Ultra Hadir dengan Kipas Pendingin Aktif dan Baterai 8.500 mAh
Rabu / 17-06-2026, 00:32 WIB
Gibran Rakabuming Raka Temui Perwakilan Mahasiswa di Istana Wapres
Rabu / 17-06-2026, 00:30 WIB
Dinas Pendidikan Jatim Buka SPMB 2026 Tahap Dua, Cek Jadwal dan Syaratnya
Rabu / 17-06-2026, 00:28 WIB
MBMA Siapkan Dana Rp1,46 Triliun untuk Buyback Saham
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
10 Ruas Tol Fungsional Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
Akademisi Muhammadiyah Paparkan Strategi Cegah Radikalisme Digital di Malaysia
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB






