Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang program kompor listrik yang dijadwalkan berjalan pada 2027. Perangkat memasak tersebut akan mengadopsi model dan teknologi paling mutakhir.

Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya mendongkrak efisiensi energi di masyarakat melalui penyediaan alat yang lebih berkualitas.

>>> Pemprov Bengkulu Siapkan Gaji ke-13 untuk Ribuan PPPK Paruh Waktu

Informasi tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).

"Sebenarnya dahulu sudah pernah mau diimplementasikan. Ada model kompor listrik yang model baru.

Jadi memang makin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama," kata Bahlil.

Otoritas terkait saat ini masih melakukan peninjauan mendalam untuk mengukur efektivitas pembaruan alat masak tersebut. Langkah ini penting agar transisi teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna.

"Nah, kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru," tambah Bahlil.

Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa program ini masih dalam fase perumusan intensif.

Pemerintah giat melakukan kalkulasi dan studi bersama sejumlah instansi terkait.

"Belum sejauh itu, kompor listrik itu baru mau dikonsepkan dulu. Kita masih berhitung, makanya tadi anggaran memang sudah ada indikatifnya.

>>> Pasar Kripto Global Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda

Namun, kita baru mau diskusi dengan Bappenas, karena sekarang paralel sedang melakukan kajian untuk konversi kompor listrik," ujar Eniya.

Mengenai mekanisme distribusi dan penentuan wilayah prioritas, pihak kementerian belum menetapkan regulasi final. Namun, Eniya memberikan gambaran bahwa daerah potensial adalah yang memiliki pasokan listrik melimpah dan stabil.