Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menugaskan pelaku usaha untuk memasok 190 juta ton batu bara bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero).

Langkah ini diambil untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Jawa pada Senin (15/6/2026).

>>> Pakar ITB Ungkap Dua Penyebab Utama Pemadaman Listrik di Jawa dan Bali

Pemadaman berlangsung selama satu hingga lima jam di sejumlah daerah seperti Bandung, Jakarta, dan Cileungsi.

Isu kelangkaan stok batu bara disebut-sebut menjadi penyebab gangguan pasokan listrik tersebut.

Kebutuhan dan Kontrak Batu Bara

PLN sebenarnya membutuhkan pasokan batu bara sebesar 154 juta ton. Saat ini, total batu bara yang telah terkontrak baru mencapai 134 juta ton.

Pemerintah menggelar rapat koordinasi selama hampir 5,5 jam antara Kementerian ESDM dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beserta jajaran direksi.

Rapat tersebut mengonfirmasi ketersediaan pasokan dari produsen untuk memastikan kebutuhan energi primer nasional terpenuhi.

Menteri Bahlil menyatakan bahwa dari 190 juta ton yang sudah dikonfirmasi, sekitar 150-160 juta ton tersedia.

Kontrak yang sudah dilakukan mencapai 134 juta ton, sehingga masih ada kekurangan sekitar 20 juta ton yang belum dikontrak.

>>> Jadwal Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: 16 Juni

Kementerian ESDM mengakui adanya kendala operasional akibat menipisnya ketersediaan batu bara berkalori medium berkualitas tinggi yang diperlukan pembangkit.

Instruksi Presiden dan Pengawasan

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus untuk memperketat pengawasan pengadaan energi listrik.

Bahlil menuturkan bahwa rapat semalam diarahkan langsung oleh Presiden untuk membentuk tim pengadaan PLN yang melibatkan Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Minerba, dan BPKP.

Hal ini dilakukan agar tidak ada kecurangan dalam pengadaan energi primer.

Pemerintah memastikan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) tetap berjalan sesuai kebutuhan operasional seluruh pembangkit listrik di Indonesia.

Bahlil menegaskan bahwa masalah pemadaman yang terjadi belakangan ini murni akibat kendala teknis pada beberapa unit pembangkit, bukan karena kelangkaan bahan bakar.

Ia menyebut penugasan pasokan batu bara sudah mencapai 170 juta ton, sehingga isu kelangkaan tidak benar.

>>> Superindo Gelar Promo JSM 24-26 April 2026, Diskon hingga 40 Persen

Saat ini, PLN tengah melakukan penanganan intensif pada unit-unit pembangkit yang mengalami gangguan teknis untuk memulihkan stabilitas pasokan listrik di Pulau Jawa.