Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim pengadaan energi primer PLN. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan pasokan komoditas energi kelistrikan nasional.

Kebijakan tersebut diputuskan setelah Bahlil mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Minggu malam. Tim khusus ini melibatkan jajaran lintas instansi demi menjaga transparansi pengadaan.

>>> PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026

"Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agak tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP agar tidak ada dusta diantara kita.

Jangan kita baku tipu terus kerjanya," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR pada Senin (15/6/2026).

Sebelum keputusan itu, Kementerian ESDM telah berkoordinasi intensif dengan manajemen puncak PLN.

Bahlil memimpin rapat maraton selama hampir 5,5 jam bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan jajaran direksi untuk rekonfirmasi data.

"Empat hari lalu saya memimpin rapat dengan Pak Darmo dan Direksi PLN kurang lebih sekitar 5 setengah jam untuk melakukan rekonfirmasi agar tidak terjadi persepsi ataupun diformasi yang terjadi multiinterpretasi," sambung Bahlil.

>>> Vivo Hadirkan Tiga HP Kelas Menengah Seri V Unggulan

Evaluasi mendalam dilakukan karena adanya kebutuhan spesifik pembangkit listrik terhadap jenis bahan bakar tertentu yang ketersediaannya mulai menyusut.

Pemerintah mencatat PLN memerlukan batu bara berkalori medium dengan kualitas lebih baik, namun jenis tersebut kini semakin sedikit.

Kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.

Pemerintah memberikan penugasan sebesar 190 juta ton kepada perusahaan tambang, di mana 150-160 juta ton telah dikonfirmasi dan 134 juta ton di antaranya sudah masuk tahap kontrak.

"Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150-160 juta ton. Dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton.

>>> IHSG Menguat 4,12% ke 6.254,97 pada Awal Pekan Pendek

Artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 yang belum dikontrakkan," jelas Bahlil.