Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan pagu indikatif anggaran kementeriannya untuk tahun 2027 sebesar Rp27,23 triliun.

Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin (15/6/2026).

>>> Cara Aktifkan BPJS Kesehatan Nonaktif via Mobile JKN dan WhatsApp PANDAWA

Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 26,11 persen dibandingkan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2026 yang tercatat Rp21,67 triliun.

"Khusus untuk 2027, mencapai 2027 kami laporkan tadi [pagu indikatif] sebesar Rp27,23 triliun," ungkap Bahlil.

Alokasi Anggaran Didominasi Program Strategis

Dari total Rp27,23 triliun, sebanyak 82 persen atau Rp22,48 triliun dialokasikan untuk program strategis dan infrastruktur penerima manfaat.

Sisa anggaran dibagi untuk belanja operasional sebesar Rp3,56 triliun (13 persen) dan publik nonfisik sebesar Rp1,30 triliun (5 persen).

Distribusi dana pagu indikatif tahun 2027 telah dipetakan ke dalam dua belas unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM.

Alokasi terbesar ditempatkan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) sebesar Rp11,32 triliun dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar Rp10,46 triliun.

>>> FIFA Gunakan AI SAOT untuk Deteksi Offside di Piala Dunia 2026

Fokus anggaran untuk Ditjen Ketenagalistrikan diarahkan pada program Listrik Desa (Lisdes), sedangkan Ditjen Migas diprioritaskan untuk program jaringan gas (jargas) bumi.

Langkah ini diambil setelah mengakomodasi masukan dari anggota dewan dalam rapat kerja sebelumnya.

"Memang angka ini lebih banyak dialokasi di Ditjen Ketenagalistrikan dan Migas. Kenapa?

Karena berangkat dari rapat kerja dengan anggota Komisi XII DPR yang selalu menyampaikan aspirasi bahwa listrik desa, pemasangan listrik gratis, urusan jaringan gas, itu yang menjadi aspirasi kami sebagai pemerintah," jelas Bahlil.

Ia menambahkan bahwa pihaknya mencoba mengadopsi dan memahami aspirasi tersebut sehingga 80 persen alokasi anggaran diperuntukkan bagi rakyat.

>>> Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Malam Ini Didominasi Pertandingan Piala Dunia 2026

Unit kerja lain seperti Sekretaris Jenderal mendapat Rp532,75 miliar, Ditjen Minerba Rp702,53 miliar, dan BPSDM ESDM Rp881,43 miliar.