Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Senin (15/6/2026) melonjak 302 poin atau 5,03 persen ke level 6.309.

Lonjakan tajam ini terjadi di tengah sentimen positif yang melanda pasar keuangan domestik dan regional.

>>> Pemerintah Buka Peluang Impor Minyak Timur Tengah Usai Jalur Selat Hormuz Pulih

Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG dan bursa Asia dipicu oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Kedua negara dilaporkan telah mencapai titik temu untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz pada akhir pekan ini, pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran sanksi untuk Iran, dan pembongkaran program nuklir Teheran.

Deklarasi perdamaian ini menjadi sinyal penting berakhirnya ketegangan geopolitik global.

Dampaknya, kekhawatiran atas pasokan energi global mereda, harga minyak dunia merosot tajam, dan kecemasan terhadap inflasi global ikut berkurang.

Kondisi tersebut membantu mengurangi kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global, dengan rencana penandatanganan kesepakatan di Swiss pada akhir pekan ini.

>>> Layanan Transportasi Indonesia Dinilai Mampu Bersaing dengan Negara Maju

Perhatian pelaku pasar di dalam negeri juga tertuju pada harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

Kabar baik ini membawa dampak positif bagi perekonomian domestik karena penurunan harga minyak dunia dapat mengurangi tekanan terhadap inflasi dan neraca perdagangan nasional.

Selain itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat, mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan bank sentral bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Harapan pasar terciptanya perdamaian tersebut tentunya ini akan membantu meredakan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan moneter yang lebih ketat," kata Pilarmas dalam ulasan, Senin (15/6/2026).

Pada perdagangan sesi pertama, sejumlah saham mencatatkan peningkatan performa signifikan, antara lain MGNA, BUKK, ATAP, DATA, dan JSPT.

Sebaliknya, beberapa saham justru mengalami tekanan di tengah penguatan indeks, yaitu COAL, SOSS, AMFG, VICI, dan PUDP.

>>> Memahami Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Kerap Dianggap Sama

Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan rekomendasi teknikal untuk saham VKTR dengan rekomendasi BUY pada support dan resistance 655-770.