Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (15/6/2026) dengan lonjakan signifikan. Berdasarkan data Bloomberg Technoz, indeks melesat 4,12% dan ditutup di posisi 6.254.

Pada sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.345.

>>> BNI Siapkan Layanan Terbatas Selama Libur Tahun Baru Islam

Volume transaksi mencapai 54,61 miliar saham dengan nilai jual-beli Rp30,14 triliun dan frekuensi 3,25 juta kali.

Sebanyak 603 saham tercatat menguat, sementara 125 saham melemah dan 90 saham stagnan. Kinerja ini menempatkan IHSG sebagai bursa dengan kenaikan tertinggi keempat di Asia.

Kesepakatan Damai AS-Iran Picu Aksi Beli

Sentimen positif berasal dari meredanya ketegangan geopolitik global. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sepakat berdamai untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, juga mengonfirmasi hal ini.

Kedua negara akan mengadakan pertemuan resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026) setelah draf Nota Kesepahaman (MoU) rampung.

Teks lengkap MoU akan dipublikasikan setelah upacara penandatanganan.

Kesepakatan ini mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

>>> Juan Sebastian Veron Peringatkan Argentina Tak Boleh Bergantung pada Lionel Messi

Harga minyak mentah dunia langsung terkoreksi lebih dari 4%, dengan WTI di US$80 per barel dan Brent di US$83 per barel.

Penurunan harga minyak menjadi katalis positif bagi Indonesia karena meredakan tekanan inflasi dan mengurangi risiko defisit APBN.

Sektor Barang Baku dan Keuangan Pimpin Kenaikan

Sektor barang baku menjadi motor utama dengan lonjakan 7,26%. Sektor keuangan menguat 5,24%, dan sektor perindustrian naik 4,51%.

Saham-saham LQ45 turut menopang laju IHSG.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melonjak 13,3%, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 12,1%, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melompat 11,2%.

Nilai tukar rupiah juga menguat 0,94% ke Rp17.703 per dolar AS.

Menurut Panin Sekuritas, apresiasi ini didukung kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 75 bps sejak Mei 2026.

>>> Road Trip ke Yogyakarta via Tol Trans-Jawa, Siapkan Saldo E-Toll Segini

Harga emas global bergerak menguat di atas US$4.338 per troy ons, sejalan dengan meredanya tekanan inflasi yang memperlemah potensi kenaikan suku bunga The Fed.