Malam 1 Suro merupakan momen yang sakral bagi masyarakat Jawa. Banyak mitos dan kepercayaan turun-temurun yang menyertainya, termasuk larangan berhubungan intim bagi pasangan suami istri.

Lantas, apakah benar hubungan suami istri dilarang pada malam tersebut? Berikut penjelasan dari berbagai sudut pandang.

>>> Keutamaan dan Niat Puasa Sunah di Bulan Muharram

Pandangan Tradisi Jawa

Masyarakat Jawa memandang malam 1 Suro sebagai momen keramat dengan aura mistis yang kuat. Pergeseran energi alam dipercaya terjadi pada waktu ini.

Oleh karena itu, muncul anjuran untuk melakukan "prihatin", yaitu menahan diri dari kesenangan duniawi. Tujuannya adalah untuk mawas diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pantangan berhubungan intim lahir dari anjuran spiritual lokal ini. Namun, tradisi tersebut bukanlah aturan baku yang mengikat secara universal.

Sudut Pandang Ajaran Agama

Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil atau aturan khusus yang melarang hubungan suami istri pada malam 1 Suro.

Malam 1 Suro pada hakikatnya adalah penanda sistem penanggalan yang bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah.

>>> 5 Rekomendasi Hotel di Bandung untuk Staycation Keluarga yang Nyaman

Hubungan intim antara pasangan sah dianggap sebagai ibadah yang dihalalkan kapan saja. Pengecualiannya adalah saat istri sedang haid atau pada waktu puasa di siang hari.

Sikap Terbaik untuk Pasangan

Keputusan untuk berhubungan intim pada malam 1 Suro kembali kepada kenyamanan dan keyakinan masing-masing pasangan. Tidak ada pilihan yang salah secara mutlak.

Pasangan yang memegang teguh adat istiadat dapat memilih menunda hubungan intim demi menghormati tradisi dan fokus beribadah.

Sebaliknya, bagi yang tidak terikat mitos, tidak ada larangan medis maupun agama yang membatasi kemesraan mereka.

>>> 5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Listrik

Jika lingkungan sekitar sangat menjunjung tinggi mitos ini, menghargai suasana dengan beralih ke aktivitas lain yang lebih tenang bersama pasangan bisa menjadi pilihan bijak.