Malam 1 Suro merupakan momen sakral dalam tradisi Jawa. Pergantian tahun Jawa ini identik dengan tirakat, doa, dan refleksi diri.

Namun, momen ini juga lekat dengan mitos kuno. Salah satunya adalah kepercayaan bahwa beberapa weton lebih rentan terkena sengkolo atau energi negatif.

>>> Pemkot Surakarta Pertemukan Dua Kubu Keraton Solo Bahas Kirab Suro

Dalam Primbon Jawa, sengkolo diartikan sebagai kesialan, gangguan, atau hambatan. Budayawan menegaskan mitos ini adalah warisan budaya untuk refleksi diri, bukan fakta ilmiah.

Lima Weton yang Rentan Sengkolo

Berikut lima weton yang kerap disebut dalam Primbon Jawa memiliki kerentanan terhadap sengkolo pada malam 1 Suro.

1. Selasa Pahing.

Weton ini dikenal memiliki karakter kuat, namun mudah terseret konflik jika emosi tidak stabil. Pemiliknya disarankan introspeksi dan menghindari aktivitas tidak penting saat malam 1 Suro.

2. Sabtu Wage.

Weton ini dikaitkan dengan energi spiritual sensitif. Pemiliknya lebih mudah merasakan perubahan suasana batin dan lingkungan.

Dianjurkan memperbanyak doa dan mengurangi bepergian.

>>> Mie Sedaap Luncurkan Ramen YES dan Formula Baru Kari Kental Spesial

3. Sabtu Kliwon.

Kombinasi hari Sabtu dan pasaran Kliwon dianggap memiliki unsur spiritual kuat. Weton ini dinilai lebih mudah bersinggungan dengan energi gaib, sebagai pengingat untuk berhati-hati.

4. Rabu Legi.

Pemilik weton ini dikenal tenang dan mudah beradaptasi, namun perlu waspada terhadap pengaruh lingkungan dan pengambilan keputusan. Rabu Legi rawan sengkolo jika tidak menjaga keseimbangan batin.

5. Sabtu Pahing.

Weton terakhir dalam daftar ini. Pemiliknya dianjurkan menghindari tindakan gegabah dan lebih fokus pada kegiatan spiritual seperti berdoa, berdzikir, atau perenungan diri.

Mitos Malam 1 Suro dalam Konteks Budaya

Para budayawan menjelaskan bahwa mitos weton lahir dari tradisi titen, yaitu kebiasaan mengamati peristiwa turun-temurun. Kepercayaan ini tidak terlepas dari konteks budaya dan spiritual.

>>> Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H Jadi Libur Nasional pada 16 Juni 2026

Malam 1 Suro dimaknai sebagai waktu mendekatkan diri kepada Tuhan. Masyarakat dianjurkan mengisi malam tersebut dengan kegiatan positif, terlepas dari weton yang dimiliki.