Pergantian Tahun Baru Islam menjadi momen bagi umat Muslim untuk meningkatkan amal ibadah. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memanjatkan doa khusus.

Rangkaian doa tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu doa akhir tahun dan doa awal tahun.

>>> Bolehkah Berhubungan Suami Istri pada Malam 1 Suro? Ini Penjelasannya

Kedua doa ini memiliki waktu pembacaan spesifik agar selaras dengan pergantian hari dalam kalender Islam.

Doa akhir tahun dipanjatkan sebelum matahari terbenam atau menjelang waktu salat Magrib pada hari terakhir bulan Zulhijah.

Sementara itu, doa awal tahun mulai dibaca segera setelah memasuki waktu Magrib saat tahun baru resmi dimulai.

Panduan mengenai doa ini telah dituliskan oleh Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19 hingga 20 M, dalam kitab Maslakul Akhyar.

Catatan tersebut menjadi rujukan tepercaya bagi masyarakat yang ingin mengamalkannya.

Doa Akhir Tahun Hijriah

Doa akhir tahun dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali sebelum waktu Maghrib tiba pada hari terakhir bulan Zulhijah.

Amalan ini bertujuan memohon ampunan atas segala dosa dan kekhilafan yang dilakukan selama satu tahun ke belakang.

Berikut bacaan doa akhir tahun: Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da‘autani ilat taubati min ba‘di jara’ati ‘ala ma‘shiyatik.

Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa‘attank ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha‘ raja’i minka ya karim.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.