Mengasuh anak sering kali penuh tantangan, mulai dari tantrum hingga masalah sekolah. Orang tua perlu pendekatan tepat untuk membangun hubungan yang hangat dengan buah hati.

Salah satu metode yang kini banyak dibahas adalah aturan parenting 5:1. Pendekatan ini dinilai efektif menciptakan ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak.

>>> Kenali 7 Karakter Ciri Orang Tidak Jujur Saat Berbicara

Psikolog klinis Carla C. Allan dari Phoenix Children's menjelaskan bahwa aturan parenting 5:1 adalah pedoman untuk membangun hubungan yang sehat.

Penerapan konsisten dapat memberikan contoh pengaturan emosi, mengurangi stres keluarga, serta membangun kepercayaan dan ketahanan pada anak.

Apa Itu Aturan Parenting 5:1?

Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog John Gottman, PhD, dari penelitiannya tentang hubungan pernikahan.

Ia menemukan bahwa hubungan langgeng memiliki rasio sekitar lima interaksi positif untuk setiap satu interaksi negatif.

Meski awalnya untuk pasangan, aturan ini sangat cocok untuk pengasuhan anak. Anak-anak berkembang lebih baik saat menerima perhatian dan dukungan besar.

Psikolog Nina Kaiser mengibaratkan hubungan dengan anak seperti rekening bank. Kita perlu melakukan setoran positif secara konsisten agar memiliki ruang saat perlu melakukan koreksi.

Cara Menerapkan Aturan 5:1

Orang tua harus berusaha menghadirkan lebih banyak interaksi positif, seperti pujian, dukungan, dan waktu berkualitas.

Kaiser menekankan bahwa orang tua sering lebih mudah melihat kesalahan daripada hal baik yang dilakukan anak.

>>> Studi Ungkap Perbedaan Ritme Pria dan Wanita Saat Jatuh Cinta

Tidak perlu menghitung setiap interaksi secara detail. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas perhatian.

Otak manusia secara alami lebih cepat menyadari ancaman, sehingga orang tua perlu melatih kesadaran diri agar interaksi positif tidak kalah oleh momen koreksi.