Menjaga ketenangan saat menghadapi konflik dengan anak sering menjadi tantangan besar bagi orang tua. Saat emosi memuncak, kalimat menyakitkan kerap terucap tanpa sengaja dan menimbulkan penyesalan.

Pengendalian diri menjadi kunci agar orang tua tidak melontarkan kata-kata yang merusak psikologis dan mengganggu tumbuh kembang anak.

>>> Review Honda Jazz Hybrid: Sensasi Fun to Drive yang Tetap Irit

Berikut tujuh ungkapan yang sebaiknya dihindari.

Kalimat yang Harus Dihindari

Membandingkan anak dengan saudaranya, seperti "Mengapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?" , wajib dihindari.

Menurut Psychology Today, tindakan ini memicu rasa iri dan persaingan tidak sehat antarsaudara.

Ucapan "Bunda sudah melahirkan kamu di dunia!" saat marah dapat menimbulkan luka emosional yang menetap.

Anak bisa merasa tidak diinginkan dan mengalami penurunan rasa percaya diri.

Frasa "Kamu selalu lupa apa yang Bunda/Ayah katakan" juga berdampak negatif. Perkataan ini membuat anak merasa tidak mampu berubah, sehingga mematikan motivasi dan merusak kepercayaan diri.

>>> PT Niramas Utama Tbk Bersiap IPO, Target Dana Rp 392 Miliar

Mengabaikan perasaan anak dengan kalimat "Kamu lebay, itu cuma bercanda" harus dihentikan. Sikap meremehkan ini menghambat ekspresi diri dan mengganggu perkembangan kecerdasan emosional.

Ungkapan kecewa seperti "Bunda dan Ayah pikir kamu akan lebih baik dari kemarin" tanpa arahan jelas juga berbahaya.

Hal ini memicu kecemasan dan rasa tidak mampu pada anak.

Pelabelan negatif seperti "Kamu pemalas!" sangat dilarang.

Psikolog Jeffrey Bernstein Ph. D.

menjelaskan bahwa pelabelan negatif merusak citra diri dan menyulitkan anak membangun motivasi serta tanggung jawab.

>>> Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Melesat Naik Rp 18.000 Per Gram

Meremehkan ketakutan anak, misalnya dengan berkata "Tidak ada yang perlu ditakutkan", juga keliru. Melansir Huffington Post, anak merasakan ketakutan nyata pada hal yang dianggap sepele oleh orang dewasa.