Praktik journaling atau menulis catatan pribadi semakin diminati sebagai salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental di tengah tingginya tekanan kehidupan modern.

Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu seseorang memahami emosi, mengurai pikiran, hingga mengurangi respons reaktif terhadap berbagai persoalan sehari-hari.

>>> 6 Rahasia Menabung Orang Jepang yang Bikin Cepat Kaya

Praktisi pengembangan diri Magna Circle Sari Praja mengatakan kesibukan dan tekanan kehidupan perkotaan sering kali membuat seseorang kehilangan koneksi dengan dirinya sendiri.

Kondisi tersebut membuat pikiran penuh dan memicu stres yang tidak disadari.

Menurutnya, journaling dapat menjadi sarana untuk menuangkan berbagai pikiran dan perasaan yang selama ini hanya tersimpan di dalam kepala.

"Kadang di kehidupan metropolitan banyak hal yang kita pikirkan dan urus. Itu bisa membuat pikiran penuh atau bahkan kita tidak grounded dengan diri sendiri.

Journaling membantu menguraikan apa yang ada di dalam pikiran kita," ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Sari menjelaskan kebiasaan menulis membantu seseorang lebih jujur terhadap dirinya sendiri karena dilakukan tanpa tekanan dari pihak lain.

Berbeda dengan berbagi cerita kepada orang lain, journaling memungkinkan seseorang mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi atau dikritik.

"Beserta ditulis, kita bisa lebih connect dengan diri sendiri. Kalau tidak dituangkan, kita bisa jadi mudah terpicu dan mudah reaktif," katanya.

Menurut dia, journaling juga menjadi salah satu metode refleksi diri yang paling mudah dilakukan karena tidak membutuhkan biaya besar maupun fasilitas khusus.

Seseorang hanya memerlukan kertas dan alat tulis untuk memulainya.

"Ini salah satu alat yang paling mudah dan paling murah untuk mengelola batin atau mengelola pikiran kita sendiri," ujarnya.