Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatat kenaikan signifikan pada awal pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg Technoz, emas Antam dipatok Rp 2.729.000 per gram pada Senin (15/6/2026).

>>> Kemenag Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026

Angka tersebut naik Rp 18.000 dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam.

Saat ini buyback berada di level Rp 2.500.000 per gram, bertambah Rp 46.000 dari hari sebelumnya.

Pengaruh Pasar Global dan Geopolitik

Lonjakan harga emas lokal sejalan dengan penguatan emas dunia.

Di pasar spot, harga emas internasional mencapai US$ 4.299,73 per troy ons pada pukul 08:25 WIB, naik 1,84% dari penutupan akhir pekan.

Kenaikan ini dipicu oleh euforia rencana penandatanganan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Kedua negara dikabarkan akan menandatangani perjanjian penting untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

>>> Enam Aplikasi Android Berbahaya yang Harus Segera Dihapus

Penandatanganan dijadwalkan berlangsung di sela-sela konferensi G7 di Evian, Prancis, pada 15-17 Juni. Proses formal kemungkinan digelar di Jenewa, Swiss, yang dekat dengan lokasi konferensi.

Seorang petinggi G7 mengungkapkan bahwa pejabat senior Iran telah memberikan sinyal kuat atas tercapainya kesepakatan.

AS akan diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance dan Utusan Khusus Steve Witkoff atas mandat Presiden Donald Trump.

Perjanjian damai interim ini akan memperpanjang gencatan senjata selama dua bulan ke depan.

Agenda mencakup negosiasi program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS.

Kondisi yang mengarah pada perdamaian di Timur Tengah ini langsung menekan harga minyak dunia.

Harga minyak Brent turun 4,25% ke level US$ 83,61 per barel pada pukul 08:27 WIB.

>>> Cara Membuat Udang Saus Padang Rumahan Ala Warung Seafood

Penurunan harga minyak memberikan harapan bagi pengendalian inflasi global. Situasi ini memberi ruang bagi bank sentral untuk menahan laju kenaikan suku bunga acuan.